Breaking News
Loading...

Random News

  • New Movies
  • Recent Games
  • Tech Review

Tab 1 Top Area

Tech News

Game Reviews

Recent Post

Sunday, September 30, 2012
Ini Yg Sebenarnya Terjadi Di Rumah Brigjend D.I. Pandjaitan Pada Subuh 1 Oktober 1965

Ini Yg Sebenarnya Terjadi Di Rumah Brigjend D.I. Pandjaitan Pada Subuh 1 Oktober 1965


Masih ingat dengan film Pengkhianatan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau G30S/PKI? Selama masa kepresidenan Soeharto, film berkisah penculikan serta pembunuhan tujuh jenderal revolusi itu selalu diputar pada 30 September oleh Televisi Republik Indonesia atau TVRI. Satu korban yang menjadi sasaran pembantaian adalah Brigadir Jenderal Donald Izacus Panjaitan atau D.I. Panjaitan. Dan putrinya, Catherine Panjaitan, menjadi saksi mata penculikan itu.

Pada majalah Tempo edisi 6 Oktober 1984, Catherine menceritakan kejadian malam berdarah itu. Ingatan itu tertuang dalam tulisan berjudul, Kisah-kisah Oktober 1965. Bagi Anda yang sempat menonton filmnya pasti melihat adegan putri D.I Panjaitan membasuhkan darah sang ayah ke mukanya. Tapi benarkah Chaterine melakukan hal itu?

“Saya melihat kepala Papi ditembak dua kali,” Catherine mengisahkan. “Dengan air mata meleleh, saya berteriak, "Papi..., Papi...." Saya ambil darah Papi, saya usapkan ke wajah turun sampai ke dada.”

Kata Catherine, penculikan terjadi sekitar pukul 04.30, pada 1 Oktober 1965. Kala itu, ia tengah tidur di kamar lantai dua. Kemudian terbangun karena teriakan dan tembakan. Catherine mengintip ke jendela. Ternyata telah banyak tentara berseragam lengkap di perkarangan rumah. “Beberapa di antaranya melompati pagar, sambil membawa senapan,” kata Catherine. 

Panik, ia lari ke kamar ayahnya. Yang dicari sudah terbangun dari tidur. Mereka pun berkumpul di ruang tengah lantai atas. Kata Catherine, almarhum papinya terus mondar-mandir, dari balkon ke kamar. Dia sempat mengotak-atik senjatanya, semacam senapan pendek.

(Alm) Mayjend TNI (Anumerta) Donald Izacus Pandjaitan

Catherine sendiri sempat bertanya pada ayahnya soal apa yang terjadi. Tapi sang jenderal bergeming. Sedangkan di lantai bawah, bunyi tembakan terus terdengar. Televisi, koleksi kristal Ibu Panjaitan, dan barang lainnya hancur. Bahkan meja ikut terjungkal. “Tiarap…tiarap,” kata Catherine menirukan ayahnya.

Sebelum menyerahkan diri ke tentara, mendiang Panjaitan sempat meminta Catherine menelepon Samosir, asisten Jenderal S. Parman. Usai itu, Catherine menghubungi Bambang, pacar sahabatnya. Tapi belum selesai pembicaraan, kabel telepon diputus.

Berseragam lengkap, kemudian D.I. Panjaitan turun ke ruang tamu. Seorang berseragam hijau dan topi baja berseru, "Siap. Beri hormat," Tapi Panjaitan hanya mengambil topi, mengapitnya di ketiak kiri. Tak diacuhkan begitu, si tentara memukul Panjaitan dengan gagang senapan, hingga ia tersungkur. Setelah itu, kejadian bergulir cepat. Dor! Dor! “Darah menyembur dari kepala Papi,” kata Catherine menceritakan kejadian yang terjadi di rumah yang beralamat di Jl. Sultan Hasanuddin, Blok M (seberang gedung Kejagung).
Saturday, September 22, 2012
Amedz Share| Ketika Semut Taklukkan Gajah

Amedz Share| Ketika Semut Taklukkan Gajah


Dalam pilkada putaran kedua DKI Jakarta, versi laporan hitung cepat dari semua lembaga survei, pasangan Jokowi-Ahok menang. Dukungan mayoritas partai politik pada petahana bukan jaminan kemenangan. Sentimen agama dan etnis tak lagi signifikan menghadang Jokowi. Jakarta kembali membuktikan sebagai basis pemilih kritis rasional. ---

Janji Joko Widodo (Jokowi) memberikan kejutan, kali ini terbukti. Wali Kota Surakarta ini berhasil memenangkan pilkada Jakarta putaran kedua, meski baru pada tingkat laporan lembaga survei. Bukan hanya hitung cepat, melainkan juga real count yang dilakukan Cyrus Network dan e-Demokrasi Jakarta (FeD).

Pasangan Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) unggul lebih dari 50%. Jarak dengan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli melebihi angka margin of error. Hasil resmi KPU Daerah, diprediksi, tak banyak berbeda. Dibandingkan dengan putaran pertama, hasil ini mestinya tidak mengejutkan. Jokowi-Ahok lebih dahulu bikin kejutan saat menang pada putaran pertama, Juli lalu, menepis perkiraan semua lembaga survei yang mengunggulkan Foke.

Tapi kemenangan kali ini tetap istimewa, karena laju Jokowi menghadapi tantangan yang tak ringan. Dari segi dukungan partai politik, duet Jokowi-Ahok gagal menggaet dukungan tambahan partai baru. Sebagian besar partai politik mengalihkan dukungan kepada Foke-Nara. Jokowi hanya didukung PDI Perjuangan dan Gerindra. Itulah sebabnya, Jokowi mengibaratkan posisinya seperti semut melawan gajah.

Sandungan lain yang tak ringan adalah kampanye anti-Jokowi-Ahok yang mengusung sentimen agama dan etnis. Ahok kebetulan beragama Kristen Protestan. Banyak penceramah menggaungkan ayat larangan muslim memilih pemimpin non-Islam. Jakarta dikenal sebagai basis muslim fanatik. Bagi pendukung Foke berbasis sentimen agama, ternyata terdapat blunder.

KH Cholil Ridwan, salah satu Ketua MUI yang menyebut diri "Betawi asli 24 karat", menyebar pesan singkat (SMS) berisi kekecewaan, Kamis pagi, sebelum pencoblosan. Ia merasa sering memberi ceramah dan khotbah di berbagai tempat untuk memilih Foke atas alasan agama. Tapi ia kecewa. Kamis pagi itu, Cholil menyaksikan istri Foke tampil di televisi tanpa jilbab. Soal jilbab, bukan hanya istri Foke, Istri Nara pun, saat datang ke TPS, tanpa kerudung.

Dalam pantauan tim GATRA di lapangan, kemenangan Jokowi-Ahok merata. Foke dan Nara memang menang di TPS tempat mereka mencoblos. Tetapi beberapa TPS di sekitar Foke memberikan suara, di Menteng, Jakarta Pusat, dan sekitar runah Nara di Condet, Jakarta Timur, dimenangkan Jokowi. Meski PKS mengalihkan dukungan kepada Foke, di TPS tempat Hidayat Nurwahid memberikan suara, di Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, justru Jokowi menang. Hidayat adalah jagoan PKS pada putaran pertama dan peraih suara ketiga setelah Jokowi dan Foke.

Peraih suara keempat pada putaran pertama adalah pasangan independen Faisal Basri dan Biem Benyamin, putra tokoh Betawi, Benyamin Syuaeb. Perebutan suara di TPS tempat Faisal memilih, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dimenangkan Jokowi. Begitu pula TPS di sekitar lokasi Faisal.

Keunikan terjadi di TPS tempat Biem Benyamin mencoblos, di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Persis di TPS Biem, Jokowi menang. Tapi di TPS sebelah Biem mencoblos, Foke yang menang. Jagakarsa, menurut data yang dikumpulkan Cyrus Network, memang merupakan satu dari lima kecamatan se-Jakarta Selatan yang dimenangkan Foke. Empat kecamatan lain di Jakarta Selatan yang jadi basis Foke adalah Mampang Prapatan, Pancoran, Tebet, dan Setiabudi.

Ada 10 kecamatan se-Jakarta Selatan. Foke dan Jokowi sama-sama menang di lima kecamatan. Dari sisi persentase, menurut rekap Cyrus, Jokowi menang di semua wilayah kota. Tapi, dari sisi jumlah kecamatan, Foke dan Jokowi berimbang di Jakarta Selatan, yang sama-sama menang di lima kecamatan, dan di Jakarta Pusat sama-sama unggul di empat kecamatan.

Untuk Jakarta Pusat, Foke menang di Tanah Abang, Menteng, Senen, dan Johar Baru. Sedangkan Jokowi menang di Cempaka Putih, Kemayoran, Sawah Besar, dan Gambir. Untuk Jakarta Barat, Utara, dan Timur, Jokowi unggul di sebagian besar kecamatan.

Di Jakarta Timur, Jokowi menang di delapan kecamatan dari total 10 kecamatan. Ketua MUI Jakarta Timur, KH Shodri, dikenal sebagai pendukung fanatik Jokowi, meski mayoritas ulama di MUI DKI Jakarta mendukung Foke. Di Jakarta Utara, Jokowi menang di lima dari enam kecamatan.

Di Jakarta Barat, Jokowi menang di enam dari delapan kecamatan. Persentase kemenangan Jokowi tertinggi terjadi di Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang unggul sampai 73%. Kelapa Gading merupakan sentra properti kalangan menengah-atas dan secara etnis, penduduknya banyak dari Tionghoa.

Kemenangan besar berikutnya di Penjaringan, Jakarta Utara, 69%, dan di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, 67%. Sedangkan kemenangan tertinggi Foke diraih di Mampang Prapatan dan Pancoran, Jakarta Selatan, pada kisaran 54%. Kawasan ini merupakan salah satu basis para habib Betawi.

Setelah menang versi hitungan survei, dalam pernyataan terbuka pertamanya, Jokowi menyerukan pendukungnya untuk tidak menyambut dengan hura-hura. "Cukup sujud syukur di rumah masing-masing," katanya.

Di salah satu stasiun televisi swasta, Jokowi mengaku sudah ditelepon Foke. Jokowi menyatakan maaf dan memandang Foke sebagai senior yang kelak dimintai masukan bila Jokowi sudah resmi menjadi gubernur. Foke sendiri, dalam keterangan persnya, menghargai pasangan Jokowi sebagai pemenang versi survei.

Jakarta kembali menunjukkan sebagai basis pemilih kritis. Awal reformasi, pada Pemilu 1999, Jakarta pernah dimenangkan PDI Perjuangan, yang saat itu menjadi simbol anti-status quo Orde Baru. Lalu, pada Pemilu 2004, Jakarta menjadi basis kemenangan PKS.

Tapi, lima tahun kemudian, 2009, Jakarta memberikan kemenangan kepada Demokrat. Jakarta, seperti harapan Foke, saat keterangan pers Kamis sore, jadi barometer demokrasi Indonesia. (Tim GATRA)

Laporan Utama Majalah Gatra edisi 18/45, terbit Jumat 21 September 2012

Friday, September 21, 2012
Kelebihan Jokowi dan Sportifitas Pemilukada DKI Jakarta

Kelebihan Jokowi dan Sportifitas Pemilukada DKI Jakarta


JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Untung S Rajab mengatakan, baik Fauzi Bowo maupun Joko Widodo adalah contoh pemimpin yang sportif. Ia juga mengatakan, kebinekaan harus dijunjung tinggi.
"Saya melihatnya di televisi. Itu bagus sekali, Pak Jokowi mengajak seluruh masyarakat, termasuk pendukung Pak Foke, untuk bersama-sama membangun. Pak Foke juga elegan, mengakui dan memberi selamat (kepada Jokowi). Ini suatu contoh-contoh dari sikap pemimpin yang sportif," tuturnya.
Oleh karena itu, Kepala Polda Metro Jaya berharap sikap kedua pemimpin tersebut disadari para pendukungnya sehingga semuanya tidak usah aneh-aneh. "Kita harus saling mengakui, masing-masing mempunyai kekurangan dan kelebihan," ujarnya.
"Pendukung-pendukung kemarin kan diisukan akan mengancam dan sebagainya. Kita kembali ini ke negara kesatuan. Kebinekaan kita ini harus dijunjung tinggi. Dalam dalil-dalil Al Quran juga jelas, agamaku agamaku, agamamu agamamu. Kita hormati semua sebagai keanekaragaman. Ini menunjukkan kedewasaan kita dalam bermasyarakat," paparnya.
Untung S Rajab juga mengatakan, bagi Polda Metro Jaya, siapa pun yang memimpin Jakarta tidak menjadi soal. Sebab, ia dan jajaran anggotanya tetap menjadi seorang polisi, yang berfungsi menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan mengayomi masyarakat.

Jokowi Di Mata JK (Mantan Wakil Presiden)

Wakil Presiden RI periode 2004-2009, M. Jusuf Kalla, menilai Walikota Solo, Joko Widodo, yang juga calon Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, memiliki banyak kelebihan dibanding calon lainnya.

"Jokowi dan Basuki itu clean, hampir tak ada isu negatif, seperti korupsi maupun moral," kata Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu saat meninjau kesiapan armada PMI untuk menghadapi kekeringan yang terjadi di Pulau Jawa, di Jakarta, Jumat.

JK mengatakan, masyarakat kini memilih calon pemimpin berdasarkan rekam jejak (track record). Dia juga menilai Jokowi memiliki jiwa kepemimpinan yang jelas, walaupun Solo kota adalah kota kecil dibanding Jakarta.

Mantan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya (Golkar) itu mengatakan, sikap sederhana yang ditunjukkan Jokowi juga menambah nilai tambahnya.

"Jokowi itu low profile. Masyarakat kini memilih secara personal, tidak terpengaruh dengan partai politik," katanya.

Ia juga berpendapat, masyarakat sudah bosan dengan janji-janji yang diberikan para calon pemimpin, tapi tak juga merasakan buktinya.

Menurut dia, kencenderungan masyarakat yang seperti itu semakin terlihat jelas di pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) DKI Jakarta yang baru saja dilaksanakan.

Dia juga memprediksi, jika ada putaran kedua, maka pasangan Joko Widodo (Jokowi) dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dapat menang dalam pemilukada karena masyarakat lebih memilih calon gubernur dan calon wakil gubernur.

"Dengan selisih 10 poin, orang akan lebih memilih calon yang hampir menang," katanya.

Berdasarkan hitungan cepat (quick count) berbagai lembaga survei, pasangan Jokowi-Ahok berada di posisi teratas dalam pemilukada DKI Jakarta pada 11 Juli 2012.

Pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli dalam hitung cepat itu berada di posisi kedua, disusul pasangan Hidayat Nurwahid-Didik J. Rachbini, Faisal Basri-Biem Benyamin, Alex Noerdin-Nono Sampono dan Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria. (Antara/ea). 

Wednesday, September 19, 2012
Sejarah Google (Raksasa Search Engine)

Sejarah Google (Raksasa Search Engine)


Google tak hanya unik dari asal katanya. Google pun memiliki latar belakang sejarah yang unik.

Google lahir dari sebuah pertemuan dua pemuda yang terjadi secara tidak sengaja pada tahun 1995 lalu. Larry Page, alumnus Universitas Michigan (24), yang sedang menikmati kunjungan akhir pekan, tanpa sengaja dipertemukan dengan Sergey Brin, salah seorang murid (23) yang mendapat tugas mengantar keliling Lary.

Dalam pertemuan tanpa sengaja tadi, dua pendiri Google tersebut sering terlibat diskusi panjang. Keduanya memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda sehingga sering terlibat perdebatan. Namun, perbedaan pemikiran mereka justru menghasilkan sebuah pendekatan unik dalam menyelesaikan salah satu tantangan terbesar pada dunia komputer. Yakni, masalah bagaimana memperoleh kembali data dari set data masif.

Pada Januari 1996, Larry dan Sergey mulai melakukan kolaborasi dalam pembuatan search engine yang diberi nama BackRub. Setahun kemudian pendekatan unik mereka tentang analisis jaringan mengangkat reputasi BackRub. Kabar mengenai teknik baru mesin pencari langsung menyebar ke penjuru kampus.

Larry dan Sergey terus menyempurnakan teknologi Google sepanjang awal 1998. Keduanya juga mulai mencari investor untuk mengembangkan kecanggihan teknologi Google.Awalnya Larry dan Sergay hampir bekerjasama dengan Jerry Yang. Tapi mereka beda konsep. Google ingin menjadi portal, di mana user hanya sebentar masuk ke gugel, mencari alamat situs, lalu pergi lagi. Sedangkan Jerry ingin user tetap di situs dia tanpa perlu pergi ke mana2 lagi. Jerry Yang akhirnya mendirikan Yahoo

Gayung pun bersambut. Mereka mendapat suntikan dana dari teman kampus, Andy Bechtolsheim, yang merupakan pendiri Sun Microsystems. ''Kami bertemu dengan Andy pada pagi buta, di serambi asrama mahasiswa fakultas Stanford, di Palo Alto,'' ujar Sergey. ''Kami memberikan demo secara singkat karena Andy tak memiliki waktu yang cukup lama. Lalu, dia hanya berkata, 'Mengapa tidak aku tulis cek untuk kalian?''

Sebuah cek senilai 100 ribu dolar AS diberikan oleh Andy Bechtolsheim. Sayangnya, cek itu tertulis atas nama perusahaan Google. Padahal saat itu perusahaan bernama Google belum didirikan oleh Sergey dan Larry.

Investasi dari Andy menjadi sebuah dilema. Larry dan Sergey tak mungkin menyairkan cek selama belum ada lembaga legal yang bernama perusahaan Google. Karena itu, dua pendiri Google ini kembali bekerja keras dalam mencari investasi. Mereka mencari pendana dari kalangan keluarga, teman, dan sejawat hingga akhirnya terkumpul dana sekitar 1juta dolar. Dan akhirnya, perusahaan Google pun dapat didirikan pada 7 Septembar 1998 dan dibuka secara resmi di Menlo Park, California.

Penamaan Google
Nama Google dengan dua 'o' pun unik. Sebab, jika data hasil pencarian ditemukan, jumlah 'o' akan muncul sebanyak web yang didapat oleh mesin pencari.

Kata Google berasal dari kata googol. Kata ini berhasil diciptakan oleh Milton Sirotta, keponakan Edward Kasner, seorang ahli matematika dari AS. Sirotta membuat istilah googol untuk menyebutkan angka satu (1) yang diikuti 100 angka nol (0).

Luar biasa. Googol merupakan kata yang menunjukkan sebuah bilangan yang sangat besar jumlahnya. Bilangan yang melebihi bilangan miliar atau triliun. Dan di alam semesta ini tak ada benda yang berjumlah hingga googol-an. Tidak itu bintang, tidak itu partikel debu, dan tak pula atom.

Karena itu, penggunaan kata Google merupakan refleksi dari kata googol. Dengan kata tersebut, Google berusaha merefleksikan dirinya sebagai perusahaan yang memiliki misi mengelola sesuatu yang sangat luas dan tak terbatas. Dan itu hanya terdapat pada dunia saiber tempat informasi melimpah tanpa batas.

Tuesday, September 18, 2012
Adnan Oktar  Ilmuwan Berakhlak Mulia

Adnan Oktar Ilmuwan Berakhlak Mulia


Adnan Oktar adalah ilmuwan Turki terkemuka yang lahir di Ankara tahun 1956. Sebagai sosok yang sangat menjunjung tinggi akhlaq dan aktif berdakwah pada masyarakat, Adnan Oktar memulai perjuangan intelektualnya pada tahun 1979, yakni sewaktu masih berkuliah di Akademi Seni Rupa, Universitas Mimar Sinan. Selama masa kuliah, pengkajiannya yang mendalam tentang berbagai filsafat dan ideologi materialistis yang sangat berpengaruh waktu itu menjadikan Adnan Oktar lebih paham dibanding para pendukung filsafat dan ideologi itu sendiri. 

Berdasarkan kumpulan hasil penelitian dan studinya ini, ia menulis beragam buku mengenai bahaya Darwinisme dan teori evolusi. Ini adalah doktrin yang membahayakan nilai-nilai akhlaq. Karya-karyanya telah meruntuhkan teori ini di hadapan ilmu pengetahuan. Sebagaimana pernyataan majalah New Scientist edisi 22 April 2000, Adnan Oktar menjadi "pahlawan dunia" yang membongkar kepalsuan teori evolusi dan fakta penciptaan.

Di samping itu, Adnan Oktar juga telah menulis lebih dari seratus buku mengenai akhlaq dalam Alqur'an dan masalah-masalah pokok dalam agama.

Nama pena Harun Yahya terdiri dari "Harun" dan "Yahya" sebagai penghormatan atas dua Nabi yang berjuang melawan kekufuran.

Karya-karyanya meliputi 'Tangan Rahasia' di Bosnia, Di Balik Terorisme, Kartu Kurdi Israel, Sebuah Strategi Nasional bagi Turki, Solusi: Moral Alqur'an, Permusuhan Darwin Terhadap Bangsa Turki, Bencana Kemanusiaan Akibat Darwinisme, Keruntuhan Evolusi, Bangsa-Bangsa Yang Dimusnahkan, Nabi Musa, Jaman Keemasan, Seni Allah dalam Warna, Kemegahan di Setiap Sudut Alam Semesta, Hakikat Kehidupan Dunia, Pengakuan Para Evolusionis, Kekeliruan Evolusionis, Sihir Darwinisme, Agama Darwinisme, Alqur'an Memberi Jalan bagi Ilmu Pengetahuan, Asal Usul Kehidupan Yang Sesungguhnya, Penciptaan Alam Semesta, Keajaiban Alqur'an, Rancangan pada Alam, Pengorbanan Diri dan Perilaku Cerdas pada Binatang, Kekekalan Telah Berlangsung, Anakku Darwin Telah Berbohong!, Kematian Darwinisme, Berpikir Mendalam, Ketiadaan Dimensi Waktu dan Hakikat Takdir, Jangan Pernah Merasa Tidak Tahu, Rahasia DNA, Keajaiban Atom, Keajaiban Dalam Sel, Keajaiban Sistem Kekebalan, Keajaiban Pada Mata, Keajaiban Penciptaan pada Tumbuhan, Keajaiban Pada Laba-Laba, Keajaiban Pada Semut, Keajaiban Pada Nyamuk, Keajaiban Pada Lebah Madu, Keajaiban Biji, Keajaiban Pada Rayap.

Karya-karya penulis dalam bentuk buku saku: Misteri Atom, Keruntuhan Teori Evolusi: Fakta Penciptaan, Keruntuhan Materialisme, Kematian Materialisme, Kekeliruan Para Evolusionis 1, Kekeliruan Para Evolusionis 2, Keruntuhan Mikrobiologis Teori Evolusi, Fakta Penciptaan, Keruntuhan Teori Evolusi dalam 20 Pertanyaan, Kebohongan Terbesar dalam Sejarah Biologi: Darwinisme.

Karya-karya Penulis tentang topik-topik yang berhubungan dengan Alqur'an: Pernahkah Anda Berpikir Tentang Kebenaran?, Mengabdi Hanya Kepada Allah, Meninggalkan Masyarakat Jahiliyyah, Surga, Teori Evolusi, Nilai Akhlaq dalam Alqur'an, Ilmu Alqur'an, Rahasia Orang Munafiq, Nama-Nama Allah, Berdakwah dan Berdebat dalam Alqur'an, Ajaran Pokok dalam Alqur'an, Jawaban Alqur'an, Kematian Kebangkitan dan Neraka, Perjuangan Para Rasul, Setan: Musuh Nyata Manusia, Syirik, Agama Masyarakat Jahiliyyah, Kesombongan Setan, Doa dalam Alqur'an, Pentingnya Fitrah menurut Alqur'an, Hari Kebangkitan, Jangan Pernah Lupa, Penilaian Alqur'an yang Terabaikan, Karakter Manusia dalam Masyarakat Jahiliyyah, Pentingnya Sabar dalam Alqur'an, Informasi Umum dari Alqur'an, Memahami Iman dengan Mudah 1-2-3, Pemikiran Dangkal Kekufuran, Keimanan Yang Sempurna, Sebelum Anda Menyesal, Para Rasul Kita Berkata, Keutamaan Orang Mukmin, Takut Kepada Allah, Mimpi Buruk Kekufuran, Nabi Isa Akan Datang, Keindahan Yang Dihadirkan Alqur'an Untuk Kehidupan, Kumpulan Keindahan Ciptaan Allah 1-2-3-4, Perbuatan Dosa "Pelecehan", Rahasia Ujian dalam Kehidupan, Hikmah Sejati Menurut Alqur'an, Perjuangan Agama Kaum Tak Beragama, Tarbiyyah Nabi Yusuf, Bersatu Dalam Kebaikan, Fitnah Terhadap Kaum Muslimin Sepanjang Sejarah, Pentingnya Mengikuti Ajaran yang Baik, Mengapa Anda Menipu Diri Anda Sendiri?, Islam: Agama Kemudahan, Kesabaran dan Ketabahan dalam Alqur'an, Melihat Kebaikan pada Segala Sesuatu, Bagaimana Orang Jahil Menafsirkan Alqur'an?, Sejumlah Rahasia Alqur'an, Keberanian Orang Beriman.

Karyanya Keruntuhan Evolusi, Bangsa-Bangsa Yang Dimusnahkan, Bagi Kaum Yang Berakal, Hakikat Kehidupan Dunia, Berpikir Mendalam, Jangan Pernah Merasa Tidak Tahu, Keajaiban Pada Semut, Seni Allah dalam Warna, Penciptaan Alam Semesta, Allah Dapat Diketahui Melalui Akal, Nilai Akhlaq dalam Alqur'an, Pernahkah Anda Memikirkan Kebenaran?, Pemikiran Dangkal Kekufuran, Pentingnya Fitrah Dalam Alqur'an, Keajaiban Dalam DNA telah diterjemahkan ke bahasa Inggris, Keajaiban Pada Semut dan Allah Dapat Diketahui Melalui Akal telah diterjemahkan ke bahasa Urdu, Kematian Kebangkitan Neraka telah diterjemahkan ke bahasa Polandia, Bangsa-Bangsa Yang Dimusnahkan telah diterjemahkan ke bahasa Portugis, dan diterbitkan oleh berbagai penerbit di luar negeri.

Banyak karya Harun Yahya yang kini sedang diterjemahkan ke bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Rusia, Spanyol, Arab, Portugis, Albania, Serbo-Kroasia (Bosnia), Polandia, Urdu, Indonesia, Melayu dan Malayalam. Sasaran yang hendak dicapai adalah penterjemahan semua buku ke bahasa Inggris dan bahasa-bahasa lain dalam tahun 2001, dan menyebarkannya ke seluruh dunia agar bermanfaat bagi masyarakat luas.

Titik kesamaan dalam semua karya penulis adalah bahwa semua tema yang diulas dalam karyanya sesuai dengan Alqur'an, dan didukung oleh pemahaman yang baik tentang Alqur'an. Bahkan tema-tema yang disampaikan melalui bahasan ilmiah yang seringkali dianggap rumit dan membingungkan disampaikan dengan sangat jelas dan gamblang dalam buku-buku Harun Yahya. Inilah yang menyebabkan buku-bukunya menarik bagi semua orang dari segala umur dan berbagai lapisan masyarakat.

Buku-buku Harun Yahya yang mengulas masalah keimanan mengungkapkan keberadaan dan keesaan Allah, dan ditulis dengan tujuan utama memperkenalkan Islam kepada mereka yang jauh dari agama, dan mempertautkan hati mereka kepada kebenaran. Bagi kaum Muslimin, buku-buku ini adalah sebagai nasihat sekaligus pengingat. Penulis telah menerbitkan karya-karya tentang berbagai masalah pokok dalam Alqur'an yang bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan dan mendorong ibadah tafakkur kaum Muslimin.

Tiap-tiap buku karya penulis yang mengulas bahasan ilmiah mengungkapkan kebesaran, kehebatan dan keagungan Allah secara rinci berdasarkan penelitian dan bukti yang tersusun secara sistematis, disertai dengan perenungan yang mendalam. Buku-buku ini memperlihatkan, bagi kalangan di luar Islam, tanda-tanda keberadaan Allah dan kesempurnaan ciptaan-Nya secara sangat jelas. Di samping itu, buku-buku ini meningkatkan keimanan dan ketaatan orang-orang yang beriman, dan dapat menjadi sarana yang tepat untuk mendakwahkan Islam kepada orang lain (yang tidak menjalankan agama secara penuh). Sebagian di antara klasifikasi buku ini terdapat "Buku-Buku Yang Menghancurkan Kebohongan Evolusi"

Tujuan utama buku-buku ini adalah untuk menghancurkan filsafat materialistik dan ateistik yang telah dimunculkan sebagai pengganti dan lawan agama, dan telah diindoktrinasikan secara paksa ke seluruh dunia sejak tahun 1850-an. Pengaruh besar buku-buku ini terhadap para pembacanya menunjukkan bahwa tingkat pencapaian tujuan tersebut sangatlah berarti. Buku-buku ini, sebagaimana ungkapan dalam Alqur'an: "Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil, lalu yang hak itu menghancurkannya" (QS. Al-Anbiyaa', 21:18), menghancurkan yang batil, yakni sistem pemikiran dan ideologi dari sistem anti-agama; dan membantu menyempurnakan cahaya (agama) Allah (QS. Ash-Shaff, 61:8). Dengan alasan tersebut, buku-buku ini memainkan peran penting dalam peperangan melawan kekufuran.

Makna simbolis dari stempel Rasulullah yang tercantum pada sampul depan semua buku-buku karya penulis memiliki kaitan erat dengan isi buku-buku tersebut. Stempel ini memiliki makna Alqur'an adalah Kitab dan Kalam Allah yang terakhir, dan Nabi kita Muhammad adalah khaatimul anbiyaa'. Dengan berpedoman pada atribut Alqur'an dan Rasulullah ini, penulis, melalui semua karyanya, berupaya meruntuhkan semua klaim para penentang Alqur'an dan melontarkan "Kalam Allah Yang Terakhir" ini yang akan memadamkan semua kalimat kekufuran. Stempel Rasulullah, sosok yang memiliki kemuliaan dan hikmah yang agung, digunakan sebagai doa untuk melontarkan Kalam Yang Terakhir ini.
Protes Terhadap Film Innocence of Muslims

Protes Terhadap Film Innocence of Muslims


JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Amerika Serikat berhak membawa kasus pembuatan film Innocence of Muslims menjadi agenda peradilan hukum di negaranya. Film itu bukan saja menimbulkan gelombang protes keras umat Islam di berbagai belahan dunia, melainkan sekaligus telah mengorbankan kehidupan warga negara AS, termasuk mengancam kehormatan fasilitas strategis AS di luar negeri.

Dimikian dikemukakan Wakil Ketua Dewan Penasihat Lembaga Kajian Center for Information and Development Studies (CIDES) Ricky Rachmadi, Selasa (18/9/2012) malam di Jakarta.

"Sudah ada korban dengan merenggut nyawa Duta Besar AS dan stafnya di Benghazi, Libya, akibat film yang memprovokasi kemarahan umat Islam itu. Belum lagi, kebencian yang terus meluas ditujukan kepada simbol-simbol AS sehingga tidak menutup kemungkinan adanya ancaman lain untuk bisa merusak kepentingan AS di banyak negara," ujar Ricky Rachmadi, yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Golkar.

Menurut Ricky, meski AS menganut asas demokrasi yang menjamin kebebasan berekspresi (freedom of expression) bagi warga negaranya, dalam kasus beredarnya film Innocence of Muslims diharapkan Pemerintah AS bersikap sensitif guna mengakhiri perkembangan aksi-aksi militan di kalangan Islam yang terlukai oleh film tersebut.

"Karenanya, atas pertimbangan memelihara agenda AS di lingkungan global, termasuk demi menjaga perasaan umat Islam di dunia mana pun, serta upaya memperkuat persahabatan dengan negara-negara Islam, maka Pemerintah AS pantas mengupayakan langkah-langkah hukum untuk menjerat aktor utama pembuat film Innocence of Muslims," tutur Ricky.

Melalui proses ke ranah hukum yang disemangati AS, menurut Ricky, hal itu setidaknya memberi dampak pada kenyamanan umat Islam, di samping menunjukkan keseriusan AS dalam menciptakan harmoni dunia terkait pembelaan pada nilai-nilai ajaran Islam.

"Tanpa itu, keberadaan AS akan selalu menjadi jarak buat umat Islam, yang bahkan akan selalu membangkitkan segala protes, perlawanan, ataupun berupa sikap antipati lain dari komunitas Islam karena alasan melindungi pelanggaran berekspresi yang menyakiti Islam," ucap Ricky.

sedangkan The Wahid Institute ikut mengecam beredarnya film "Innocence of Muslims" yang diproduksi di Amerika Serikat (AS). LSM yang didirikan oleh Abdurahman Wahid itu mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan bersifat anarkis.

"Demolah semua, mari kita berdemo, enggak masalah, tapi dengan cara damai," ujar Direktur Wahid Institute, Yenny Zanuba Wahid, di Gedung Wahid Institute, Jakarta, Selasa (18/9/2012).

Yenny pun menyayangkan tindakan pihak pembuat film tersebut, yang materinya dapat diduga dan ditafsirkan sebagai tindakan intoleran kepada komunitas agama tertentu. Film tersebut malah berpotensi memicu ketegangan antaragama.

Selain di Indonesia, film yang beredar di Youtube tersebut juga menuai protes dari beberapa negara di Timur Tengah seperti Mesir dan Libya. Di Libya aksi anarkis terjadi hingga menewaskan empat warga AS, termasuk Dubes AS untuk Libya Christopher Stevens.

"Kita mengimbau kepada umat Islam di Tanah Air untuk tidak terpancing melakukan aksi-aksi kekerasan," terangnya. Untuk itu, The Wahid Insitute akan menyuarakan protes terhadap film tersebut melalui dunia online.

Untuk menghindari peristiwa serupa, Yenny akan meminta situs-situs online untuk mensensor film berbau SARA atau agama layaknya sensor terhadap film berbau pornografi.

"The Wahid Insitute akan menggalang dukungan secara online dan offline untuk melobi situs-situs besar seperti Youtube dan Google untuk menerapkan kebijakan self censorship terhadap karya-karya yang bernuansa kebencian yang berpotensi menciptakan ketegangan antar umat beragama," ujarnya.

Sementara itu, aktivis platform Change.org, Usman Hamid mengatakan, cara melakukan protes bisa dilakukan pula melalui dunia online. Masyrakat diminta dapat meredam emosional dan menghasilkan solusi terbaik tanpa harus bersifat anarkis.

"Publik melakukan caranya yang rasional, jangan dengan cara emosional. Ini era digital harus dioptimalkan dengan cara yang baik," terang Usman.

Yenny menjelaskan, pihaknya akan berkonsultasi dengan pakar hukum internasional untuk melihat kemungkinan dapat melakukan penuntutan secara hukum terhadap produsen karya "Innocence of Muslims". Dia melihat, film tersebut masuk dalam kategori kriminalitas. Menurutnya, hak dalam kebebasan berekspresi di dunia online juga harus dipertanggungjawabkan apabila menimbulkan reaksi protes seperti yang terjadi belakangan ini.
Monday, September 17, 2012
Cuplikan Film ”Innocence of Muslim” yang Menghina Rasulullah Muhammad

Cuplikan Film ”Innocence of Muslim” yang Menghina Rasulullah Muhammad


KEBANYAKAN orang Amerika sama sekali tidak tahu apa-apa tentang ‘Innocence of Muslim’. Itulah film yang telah membuat dunia Islam terbakar, protes mengguyur di Mesir dan Libya dan menyebabkan kematian duta besar AS untuk Libya, Christopher Stevens.

Siapa Sam Bacile, publik Amerika juga tidak begitu paham. Sebelum jadi ‘terkenal’, Bacile sempat melakukan wawancara dengan The Wall Street Journal tertangkap kemudian bersembunyi, entah dimana.

Menurut Journal, Bacile membuat film itu dengan biaya donor dari “$ 5 juta yang didapatkan dari 100 orang Yahudi”. Ia memproduksi film tersebut dengan menggunakan 60 aktor dan 45 kru.

Bacile mengatakan kepada Journal bahwa ia membuat film untuk mengekspos “Islam sebagai agama yang penuh kebencian.”

“Islam adalah kanker,” katanya kepada surat kabar itu. “Film ini adalah film politik. Ini bukan film agama…”

Dalam wawancara lain, Bacile mengatakan kepada The Associated Press bahwa dia adalah seorang pengembang real estate dan seorang Yahudi Israel, namun pemerintah Israel mengatakan kepada kantor berita mereka, mereka tidak memiliki catatan apapun akan identitas Bacile.

Anehnya, tidak jejak untuk Bacile. Tak ada properti, telepon, lisensi atau catatan pengadilan. Dan Bacile tidak membuat berita sampai hari ini.

Bacile mengulangi apa yang dia katakan Journal kepada AP.

“AS kehilangan banyak uang dan banyak orang dalam perang di Irak dan Afghanistan, tapi kita berjuang dengan ide-ide,” katanya. Kisah di AP juga menunjukkan bahwa Bacile mungkin telah memperingatkan film ini akan menjadi kontroversial dan terbukti menghasut kekerasan.

“Kau akan menjadi Theo van Gogh berikutnya,” kata Steve Klein, seorang konsultan film, kepada Bacile. Van Gogh, AP menjelaskan, adalah pembuat film Belanda yang tewas setelah membuat filmnya menghina Islam.

“Innocence of Muslim” adalah film yang panjang. Pada awal Juli, “Sam Bacile” memposting sebuah trailer 14 menit dari film di YouTube. Trailer Bacile ini menggambarkan Muhammad sebagai orang tolol dan sebagai nabi palsu.

Bacile mengatakan kepada AP bahwa ia menyesal atas kematian Duta Besar Stevens, tetapi ia menyalahkan kematiannya pada sistem keamanan negara tersebut.

“Saya merasa sistem keamanan [di kedutaan] tidak baik,” kata Bacile. “Amerika harus melakukan sesuatu untuk mengubahnya.” 

Anda ingin melihat cuplikan 

Film ”Innocence of Muslim” yang Menghina Rasulullah Muhammad ini linknya : http://adf.ly/CvtRh

Sunday, September 16, 2012
Kini FOKE Jadi Banyak Senyum

Kini FOKE Jadi Banyak Senyum


JAKARTA, KOMPAS.com — Calon gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo alias Foke, mendapat sorotan dari berbagai pihak terkait kepribadiannya yang terkesan kaku, pemarah, dan kurang senyum ketika tampil di publik, terutama di layar televisi.

Ini tentu saja berbanding terbalik dengan rivalnya, calon gubernur yang diusung PDI-P dan Gerindra, Jokowi, yang dikenal bersahaja, tidak terlihat elitis, dan murah senyum.

Tak kurang politisi Demokrat, Sutan Bhatoegana, sebelumnya menganjurkan agar Foke murah senyum untuk bisa menandingi Jokowi. Wakil Ketua Umum PAN Drajad Wibowo juga sebelumnya mengkritik Foke yang pembawaannya terkesan suka marah-marah dan elitis. Dikhawatirkan hal ini ikut membuat perolehan suara Foke dalam putaran pertama Pilkada DKI Jakarta 11 Juli 2012 merosot dikalahkan Jokowi.

Sepertinya ini disadari oleh Foke. Nah, saat wawancara dengan sebuah stasiun TV swasta dalam sebuah dialog yang disiarkan langsung, Selasa (17/7/2012) malam, Foke tampak terus menyunggingkan senyumnya. Saat pembawa acara menanyai Jokowi pada sesi itu, Foke dalam tayangan itu tampak senyum terus sepanjang lebih kurang 10 menit. Hingga membuat kumis Foke yang kian lebat itu terlihat mengikuti larikan bibir bagian atas yang melebar akibat tersenyum.

Di Twitter, senyum Foke di TV itu juga jadi perbincangan hangat. Pemilik akun @siagian_bharata menyebutkan, "Tumben semalem Foke senyum melulu. #ilc".

Lalu, pemilik akun @mitha_aja yang menyebut senyum Foke terkesan terpaksa. "Senyum foke diwwancara semalam kayakny maksa ya? Harusny foke gak perlu kampanye lagi, 5thn sdh cukup untk memenangkan DKI-1," ujarnya.

Kritik pedas dilontarkan pemilik akun  @iwanohno. "Akting. Pura2," tulisnya.

Nah, bagaimana Pak Foke? Apakah senyumnya bisa menandingi senyum Jokowi? Kita tunggu saja. (Hasanudin Aco)

Nah Coba Anda Lihat Video Berikut Saat Foke ditanyain wartawan soal tragedi Mbah Priok: 


Amedz Share| U.S. Is Preparing for a Long Siege of Arab Unrest

Amedz Share| U.S. Is Preparing for a Long Siege of Arab Unrest


WASHINGTON — After days of anti-American violence across the Muslim world, the White House is girding itself for an extended period of turmoil that will test the security of American diplomatic missions and President Obama’s ability to shape the forces of change in the Middle East.Although the tumult subsided Saturday, senior administration officials said they had concluded that the sometimes violent protests in Muslim countries may presage a period of sustained instability with unpredictable diplomatic and political consequences. While pressing Arab leaders to tamp down the unrest, Mr. Obama’s advisers say they may have to consider whether to scale back diplomatic activities in the region.

The upheaval over an anti-Islam video has suddenly become Mr. Obama’s most serious foreign policy crisis of the election season, and a range of analysts say it presents questions about central tenets of his Middle East policy: Did he do enough during the Arab Spring to help the transition to democracy from autocracy? Has he drawn a hard enough line against Islamic extremists? Did his administration fail to address security concerns?

These questions come at an inopportune time domestically as Mr. Obama enters the fall campaign with a small lead in polls. His policies escaped serious scrutiny in the initial days after the attack that killed four Americans in Libya last week, in part because of the furor over a statement by Mitt Romney accusing the president of sympathizing with the attackers. White House officials said they recognized that if not for Mr. Romney’s statement, they would have been the ones on the defensive.

As of Saturday night, the worst of the crisis appeared to have passed, at least for now. The Egyptian government, responding to administration pressure, cracked down on protesters in Cairo on Saturday, and in Libya the government rounded up suspects in the violence that killed four Americans on Tuesday. Leaders in Saudi Arabia and Tunisia appealed for calm.

Still, images from the past week of American flags being torn down and burned, an Islamic flag being raised and embassies being overrun by angry mobs introduce a volatile element into a re-election effort in which foreign policy has been a strength. Some critics and commentators were already evoking the images of the Iranian hostage crisis that doomed another presidency.

“After Obama’s success in killing Osama bin Laden, in killing Qaddafi and in not blowing up Iraq, I think Obama and his aides figured, ‘We’ve got this box pretty well taken care of,’ ” said Michael Rubin, a Middle East scholar at the American Enterprise Institute and a former Bush administration official, referring to Col. Muammar el-Qaddafi of Libya.

“Now that gets thrown up into the air,” he said. “Instead of Obama being the successful guy that got Bin Laden, we’re talking about Obama as the second coming of Jimmy Carter, and that’s not something the campaign wants to see.”

Mr. Obama came to office vowing to recalibrate America’s relationship with the Muslim world after the Iraq war and gave a high-profile speech in Cairo outlining a new era of fraternity. Caught off guard by cascading revolutions in the Middle East, he eventually supported rebels who overthrew Egypt’s longtime president and ordered airstrikes that helped bring down Colonel Qaddafi, who was later killed.

But his administration has struggled to find a balance between supporting democracy and guarding national interests in the region as authoritarian governments have been replaced by popular Islamist parties much less tied to Washington. To the extent that the United States supports greater democracy, it may not defuse anti-American rage in a region with no real history of popular rule, and with deep economic troubles. His citing of Libya as a model of transition now looks suspect, and the United States has been powerless to stop a bloody crackdown in Syria.

Administration officials say they are acutely aware of the risks, and they worry that the violence could rage for a while, because with every new protest more people are exposed to the inflammatory American-made anti-Islam video that has fueled so much anger. Al Qaeda’s branch in Yemen on Saturday called for further attacks against American embassies.

“The reality is the Middle East is going to be turbulent for the foreseeable future and beyond that,” said Richard Haass, president of the Council on Foreign Relations and a former State Department official in the Bush administration. “It’s going to present the United States with any number of difficult choices. It’s also going to be frustrating, because in most instances our interests are likely to be greater than our influence.”
Administration officials say the people in the streets are not the ones who won the elections, but those who lost, and that the new governments largely have condemned the violence. Mr. Obama’s outreach, they said, has improved the position of the United States in the Muslim world. “We have made significant inroads in demonstrating that the U.S. is not at war with Islam, and isolating Al Qaeda as an element within Islam,” said Benjamin J. Rhodes, a deputy national security adviser. “But it clearly remains the case that there are persistent challenges in parts of the Arab world. It’s been building up for a very long time.”The twin challenges of dealing with the crisis overseas and the politics of it at home overlap in complicated and uncomfortable ways. Just hours after mourning in the Rose Garden last Wednesday for American victims of a Libyan attack, Mr. Obama flew off to a Las Vegas campaign event. After meeting their flag-draped coffins at Joint Base Andrews on Friday, he headed to Democratic headquarters for campaign meetings and then to an evening fund-raiser.

In his weekly address on Saturday, Mr. Obama referred to American anxieties about the unrest. “I know the images on our televisions are disturbing,” he said. “But let us never forget that for every angry mob, there are millions who yearn for the freedom and dignity and hope that our flag represents.”

During marathon meetings at the White House since the killings of American diplomatic officials in Benghazi, officials have tried to anticipate the next developments and contemplate a response. But they were surprised when an American-run school was ransacked in Tunisia, which they considered a successful transition.

Even as more Marines are sent to diplomatic missions, and two Navy destroyers patrol nearby, Mr. Obama has reached out to leaders like Prime Minister Recep Tayyip Erdogan of Turkey, and aides asked YouTube to review its posting of the video.

More broadly, the Obama team is confronting the very nature of America’s presence in the Middle East. With embassies already fortified after the attacks of Sept. 11, 2001, officials are asking whether they can be further secured or whether some activities need to be curtailed, like assistance and public diplomacy programs that leave Americans more exposed, though there are no plans at the moment to do so. The State Department said Saturday that it was evacuating all family members and nonessential personnel from embassies in Tunis and Khartoum.

The trade-offs of such choices are stark. Pulling back on American involvement in these countries would undercut the ability to build cultural bridges that in theory diminish the sort of hostility now vividly on display. Yet officials said continuing with business as usual seemed untenable as well, and they recognize that foreign aid, already a tough sell in a rigid fiscal environment, may become even tougher to extract from Congress.

At home, the challenge is political but no less daunting. Republicans have had a hard time putting up a fight on foreign policy but believe the uprisings provide a new opening. Mr. Romney characterizes Mr. Obama’s approach to the Arab Spring as naïve and apologetic, and his campaign has criticized the president as not being supportive enough of Israel.

In recent days, Republican critics like former Vice President Dick Cheney have opened up a new line of attack by accusing Mr. Obama of not paying enough attention to intelligence briefings. Mr. Obama receives the briefing in writing every day, but does not always sit down for an oral presentation, as President George W. Bush did. “The hubris of a president who believes he does not need to meet regularly with them is astounding,” Marc Thiessen, a former speechwriter for Mr. Bush, wrote in The Washington Post.

The White House says the president receives plenty of briefings and meets repeatedly with security advisers. “The president’s record, when it comes to acting on — interpreting correctly and acting on — intelligence in the interest of the security of the United States is one that we are happy to have examined,” said Jay Carney, the White House press secretary.

As for the broader debate, Mr. Obama’s defenders argue that the legacy of American support for Arab autocrats complicated the situation. “Obama did his best, in a very difficult situation, to get the United States on the right side of history,” said Martin S. Indyk, a former ambassador to Israel in the Clinton administration. “But we had a good 40 years of U.S. policy backing regimes that the people in the street overthrew.”

Some analysts pointed to his failure to make progress between the Israelis and the Palestinians. “You didn’t have a track record to use with these Arab elites to say, ‘We’re doing the right things,’ ” said Daniel C. Kurtzer, a former ambassador to Egypt and Israel who teaches at Princeton.

Over the last week, Mr. Rubin said, Mr. Obama suffered from an intelligence breakdown, much as Mr. Bush did before the Iraq war. “That’s not Obama’s fault,” he said, “but it’s going to make him look weak because he’s the one sitting in the Oval Office.”
Amedz Share| Kisah Hidup Ismuhadi Jafar

Amedz Share| Kisah Hidup Ismuhadi Jafar


Nama lengkapnya Ismuhadi Jakfar.  Bagi sebahagian orang, termasuk eks kombatan dan pengurus Partai Aceh, sosok Ismuhadi, mungkin sudah amat akrab di telingga. Namun, bagi masyarakat awam, sosok tersebut masih ada yang belum mengenalnya.

Berdasarkan surat elektronik milik Ismuhadi yang dikirim ke penulis beberapa tahun silam, Ismuhadi merupakan sebenarnya turunan ke enam  Teuku Nyak Hamzah di Peusangan dari garis ayah, dan cucu Teungku Hasan Ibrahim yang lebih dikenal dengan Nyak Hasan Kodak di Krueng Baroe dari garis ibu.
Ia lahir pada 29 Januari 1969 di Kreung Baroe. Usia 4 tahun, ia dibawa orangtuanya merantau ke Timbangan Gajah Dua, serta 3 tahun kemudian, ia pindah ke Lampahan Aceh Tengah.

Tahun 1994, Ismuhadi pulang ke Aceh dan menikah dengan Aznani, teman kelasnya pada waktu SMA di Cot Gapue, yang ternyata masih keluarga dekatnya. Bahkan, pada masa ibunda Ismuhadi sekolah dulu, tinggalnya di rumah kakek Aznani. Setelah berbulan madu, Ismuhadi memboyong Aznani ke Jakarta. Masa-masa awal berumah tangga, Ismuhadi mendapat cobaan berat, ditipu oleh rekan bisnis, dan Ismuhadi bangkrut.

Tahun 1999, awal Ismuhadi diundang oleh DR Mukhtar Ansary untuk hadir pada acara rapat di Asrama Haji Pondok Gede Jawa Barat. Untuk menyikapi persoalan Aceh pada masa itu. Di sanalah tercetus ide mendirikan Forum Perjuangan dan Keadilan untuk Rakyat Aceh (FOPKRA).

Ismuhadi sendiri bertindak sebagai ketua pengerahan massa. FOPKRA mendukung aksi-aksi mahasiswa Aceh yang sering berdemo ke DPRRI dan Istana Negara untuk menuntut perlakuan adil bagi Aceh.

November 1999, terbentuklah panitia aksi tuntutan referendum bagi Aceh ke DPR RI, Ismuhadi sebagai ketua umum panitia tsb. Berkat hubungan baik dengan Willy, seorang turunan Cina, pengusaha sukses Magelang, Ismuhadi diantar ke rumah Ir.Hatta Rajasa. Ismuhadi ingin memastikan bahwa pada hari H nanti, Amin Rais bersedia menerima utusan.


November 1999 tersebut merupakan aksi bersejarah bagi masyarakat Aceh Jabotabek. Aksi terbesar dalam sejarah perantauan masyarakat Aceh ke Pulau Jawa. Masyarakat Aceh berbondong-bondong dari Ujung Jawa Timur sampai ke Ujong Kulon Jawa Barat berkumpul ke DPR RI, menuntut pemerintah pusat agar menghentikan Operasi Militer di Aceh, mencabut DOM atau memberikan referendum bagi Aceh untuk memilih tetap bergabung dengan NKRI atau berpisah sebagai negara yang berdaulat.

Puluhan ribu masyarakat Aceh tumpah-ruah ke DPP RI. Perwakilan diterima oleh Amin Rais dan tokoh-tokoh nasional lainnya.

Rumah dan bengkel serta pool bis Ismuhadi menjadi tempat penampungan sementara. Masa itu Ismuhadi sering dikunjungi oleh tokoh-tokoh pejuang Aceh, di antaranya Alm Tgk Ishak Daud, Alm Tgk.Ismail Saputra, Sayed Mustafa Usab, serta sejumlah pejuang Aceh lainnya.

Bahkan kemudian hari Ismuhadi mulai membatasi diri dalam menampung pelarian dari Aceh, kecuali mereka membawa surat dari panglima wilayahnya masing-masing di Aceh, seperti memo yang sering diterima dari almarhum Bang Jack Kapolda Pasee. Atau setidaknya menerima pesan lewat handphone dari sejumlah petinggi gerakan.

Pada 24 September 2000, kebetulan hari itu Ismuhadi menangani sendiri penjualan sebuah mobil ke pembeli di jalan Margonda Depok, Ismuhadi ditelpon oleh kepala bengkel, memberitahukan bahwa seluruh karyawan dan tamu bengkel ditangkap polisi dibawa ke Polsek Jagakarsa. Ismuhadi pun akhirnya akhirnya ditangkap.

Setelah 4 bulan dikurung dalam sel pengap di Polda Metro Jaya, lalu Ismuhadi dipindahkan ke penjara Cipinang. Saat di sana, ia mulai sedikit lega karena dapat dikunjungi oleh keluarga dan kawan-kawan maupun tokoh masyarakat Aceh di Jakarta.

Dituding sebagai panglima GAM Wilayah Jabotabek, dan Jaksa akhirnya menuntut Ismuhadi dengan hukuman mati. Ismuhadi telah maksimal membela diri namun hakim bersikukuh menjatuhkan vonis 20 tahun penjara.

Putusan dua puluh tahun penjara dinilai tak adil oleh Ismuhadi, karena keputusan itu bukan proses pengadilan, namun proses penghukuman. Merasa diperlakukan tak adil, Ismuhadi banding ke Pengadilan Tinggi DKI.

Setelah 2 tahun menunggu putusan mahkamah agung, Ismuhadi dikejutkan dengan putusan vonis bahwa Ismuhadi dinaikkan hukuman menjadi hukuman seumur hidup, sama dengan hukuman yang diterima Irwan Tiro dan Ibrahim Hasan Sawang. Mengahrap keringanan malah beban bertambah.

Sesungguhnya, Ismuhadi bisa bebas pada 2004 lalu, seandainya ia mau menerima penawaran grasi Presiden Megawati Soekarnoputri. Dia menolak dengan alasan,"jika saya terima bisa dipakai untuk menjebloskan Mentroe Malek dan Teungku Hasan Tiro ke penjara," kata Ismuhadi ketika itu.“Saya siap mati dan dipancung, jika terkait pengeboman BEJ.”

Sebagai Panglima GAM wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Tangerang (Jabodetabek) atau Jakarta Raya Ismuhadi mengaku bertugas melakukan tekanan terhadap pemerintah pusat agar keinginan rakyat Aceh untuk mereka terkabulkan. Ia tercatat beberpa kali menggalang aksi massa menuntut referendum bagi Aceh di Jakarta. Dan ia menyakini, karena itu pula, ia dijebloskan ke penjara.

Aktivitas sebelum ditahan di LP Cipinang:

-Sekretaris Pribadi Tenaga Ahli Pada Biro Kerjasama Internasional Jepang 1995-1997

-Pemilik Bengkel Kreung Baro Motor 1997

-Direktur PT Jakarta Fukuoka Corporation 1998

-Aktivis Forum Perjuangan dan Keadilan untuk Rakyat Aceh (FOPKRA) DPW DKI-1997.

-Ketua Bidang Pengerahan Massa FOPKRA DPW DKI 1998-2000

-Ketua Umum Panitia Aksi Massa se-Jawa ke DPR RI dalam rangka Tuntutan Referendum Bagi Aceh 1999

-Bendahara Umum DPP FOPKRA 2000
Saturday, September 15, 2012
Profil Ridwan Saidi

Profil Ridwan Saidi

Ridwan Saidi, pria kelahiran Jakarta, 2 Juli 1942, ini seorang politisi dan budayawan Betawi. Lulusan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia ini mantan Ketua Umum PB HMI, 1974-1976 dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 1977-1987. 

Ridwan Saidi (lahir di Jakarta, 2 Juli 1942; umur 70 tahun) adalah mantan anggota DPR dan seorang budayawan Betawi. Lulusan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia ini menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada tahun 1977-1987. Sebagai seorang budayawan Betawi, Ridwan banyak terlibat dalam aktivitas pelestarian budaya serta menulis buku-buku mengenai masyarakat Betawi.Ridwan Saidi menikah dengan Yahma Wisnani dan dikaruniai 5 anak.

BIOGRAFI
Ridwan Saidi adalah seorang politisi dan budayawan Betawi. Lulusan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia ini adalah mantan Ketua Umum PB HMI dari tahun 1974-1976 dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 1977-1987). 

Pria penggemar seni sastra dan musik ini berasal dari keluarga yang sederhana. Semasa mahasiswa, ia aktif berorganisasi. Ia juga merupakan penulis yang produktif dan berhasil menerbitkan karyanya di berbagai media massa. 

Pada bulan Maret 2011, penyanyi Ahmad Dhani melaporkan Ridwan ke Polda Metro Jaya. Hal tersebut dikarenakan Dhani menerima paket buku karangan Ridwan yang berjudul Fakta dan Data Yahudi di Indonesia (terbit tahun 2008) beserta bom. Buku yang dikarang Ridwan bersama Rizki Ridyasmara tersebut memang cukup mempengaruhi persepsi masyarakat dan mencap Dhani sebagai salah satu tokoh Yahudi serta menyebar paham zionis di Indonesia. Ridwan mengaku tidak mengenal Dhani dengan baik dan ia menerbitkan buku tersebut berdasarkan logo-logo zionis yang Ridwan temukan pada album-album lagu Ahmad Dhani.
PENDIDIKAN
SR Tamansari, Jakarta (1955)
SMPN II, Jakarta (1959)
SMAN I Budi Utomo, Jakarta (1962)
Fakultas Publistik, Universitas Padjadjaran (tidak selesai), 1962-1963
Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (sekarang FISIP), Universitas Indonesia, 1963-1976
KARIR
Kepala Staf Batalion Soeprapto Resimen Mahasiswa Arief Rahman Hakim, 1966
Sekretaris Jendral Persatuan Mahasiswa Islam Asia Tenggara, 1973-1975
Ketua KNPI (1973-1978)
Ketua Umum PB HMI, 1974-1976
Anggota DPR Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, 1977-1982 dan 1982-1987
Wakil Ketua Komisi APBN, 1977-1982
Wakil Ketua Komisi X, 1982-1987
Ketua Umum Partai Masyumi Baru, 1995-2003
Ketua Steering Comittee Kongres Kebudayaan, 2003
Direktur Eksekutif Indonesia Democracy Watch
Ketua Komite Waspada Komunisme
PENGHARGAAN
Karya Penerbitan:
Golkar Pascapemilu 1992, 1993
Anak Betawi Diburu Intel Yahudi, 1996
Profil Orang Betawi: Asal muasal, kebudayaan, dan adat istiadatnya, 1997
Status Piagam Jakarta: Tinjauan hukum dan sejarah, 2007
Fakta dan Data Yahudi di Indonesia, 2008

Kegiatan Lain:
White House Conference on Youth, Colorado, Amerika Serikat, 1971
Australia-Indonesia Dialogue, Canberra, Australia, 1981
International Parliament Union Conference, Manila, Filipina, 1982
ASEAN Parliament Conference, Singapura, 1983
Muktamar Rakyat Islam se-Dunia, Irak, 1993
Babylonian Cultural Festival, Irak, 1994
Sunday, September 2, 2012
no image

Cara Membuat Tag Cloud, Label Berputar Di Blog

Cara Membuat Tag Cloud, Label Berputar Di Blog - Artikel Ini menginformasikan bagaimana cara membuat tag cloud berputar di blog, atau label berputar, tapi baru bisa saat ini. Memang sulit tapi aku gak nyerah untuk belajar membuat label berputar pada blog. Nah berikut ini adalah hasil dari apa yang aku pelajari , yaitu membuat tag cloud bisa berputar..kamu bisa lihat hasil cara membuat label berputar pada blog punyaku ini. Kalu dah bisa sebenarnya mudah untuk bikin label berputar. 

CATATAN : Tidak semua template dapat mendukung untuk dikasih tag cloud. Dan sebelum kamu nyoba bikin label berputar, mending kamu download template punyamu dulu. 

Okey...mari belajar bersama blog "CARAPADA", langkah-langkahnya :
Lihat Demo Blogspot yang sudah ada tag cloudnya di Buat Radio


1. Login ke blogspot,
2. Klik Design/Rancangan >> Edit HTML >> Centang Expand Templates Widget,
3. Cari kode : <b:section class='sidebar' id='sidebar' preferred='yes'>( kalau mau lebih cepat nyarinya pakai F3 aja.
4. Lalu copy paste kode di bawah ini tepat berada di bawah kode tadi,

<b:widget id='Label99' locked='false' title='Labels' type='Label'>
<b:includable id='main'>
<b:if cond='data:title'>
<h2><data:title/></h2>
</b:if>
<div class='widget-content'>
<script src='http://sites.google.com/site/bloggerustemplatus/code/swfobject.js' type='text/javascript'/>
<div id='flashcontent'>Blogumulus by <a href='http://www.roytanck.com/'>Roy Tanck</a> and <a href='http://www.bloggerbuster.com'>Amanda Fazani</a></div>
<script type='text/javascript'>
var so = new SWFObject("http://sites.google.com/site/bloggerustemplatus/code/tagcloud.swf", "tagcloud", "300", "200", "7", "#ffffff");
// uncomment next line to enable transparency
//so.addParam("wmode", "transparent");
so.addVariable("tcolor", "0x333333");
so.addVariable("mode", "tags");
so.addVariable("distr", "true");
so.addVariable("tspeed", "100");
so.addVariable("tagcloud", "<tags><b:loop values='data:labels' var='label'><a expr:href='data:label.url' style='12'><data:label.name/></a></b:loop></tags>");
so.addParam("allowScriptAccess", "always");
so.write("flashcontent");
</script>
<b:include name='quickedit'/>
</div>
</b:includable>
</b:widget>


Keterangan: 
Kode berwarna Merah adalah lebar widget, bisa sobat sesuaikan sediri.
Kode berwarna Biru adalah tinggi widget, bisa sobat sesuaikan sendiri.
Cara ini tidak berlaku untuk semua template

sumber script.http://www.roytanck.com and http://www.bloggerbuster.com
Description: Cara Membuat Tag Cloud, Label Berputar Di Blog Rating: 5 
Andy's Note: Jangan Salahkan Rakyat Papua

Andy's Note: Jangan Salahkan Rakyat Papua




Jakarta - Saya masih ingat, kejadiannya sekitar tahun 2001. Waktu itu Theys Hiyo Eluay, Ketua Presidium Dewan Papua, datang ke kantor Metro TV. Theys ditemani sejumlah anggota PDP termasuk Sekjen PDP Taha Alhamid.

Theys dan kawan-kawan mengajak Metro TV membuka stasiun di Papua. “Selama ini kami menilai Metro TV obyektif dalam memberitakan apa yang terjadi di Papua,” ujarnya. PDP sudah menyediakan dana Rp 5 miliar dan tanah di daerah Sentani. “Melalui Metro TV, kami juga ingin meluruskan sejarah,” ujar Taha Alhamid. “Apa benar dalam Penentuan Pendapat Rakyat 1969 seluruh rakyat Papua ingin masuk NKRI atau hasil Pepera waktu itu merupakan rekayasa.”


Saya mempertegas hasil yang ingin mereka capai dalam upaya “pelurusan sejarah” itu, “Jika dalam upaya meluruskan sejarah itu kemudian terbukti rakyat Papua dicurangi, apa yang akan terjadi?” “Nanti akan kami tentukan. Apakah kami akan tetap menjadi bagian NKRI atau kami berpisah,” Theys menegaskan.

Ketika hasil pertemuan saya sampaikan pada Surya Paloh sebagai pimpinan tertinggi di Me-tro TV, jawab-annya tegas: “Tak ada ruang untuk mendiskusikan keabsahan Papua sebagai bagian dari NKRI. Itu sudah final dan tak boleh diganggu gugat.”
Tapi kami sepakat bahwa Metro TV berkomitmen untuk terus menyuarakan ketidakadilan yang mendera rakyat Papua. 

Kerusuhan dan memanasnya suhu politik di Papua akhir-akhir ini, bermuara pada keinginan merdeka, membuat saya teringat pada perjuangan Theys dan kawan-kawan. Sejak Theys ditemukan tewas dengan leher terjerat di dalam mobilnya, suhu politik dan perjuangan ke arah kemerdekaan Papua menyusut. Lalu mengapa suara-suara yang menginginkan Papua merdeka kembali menggema setelah sekian tahun?

Hal yang paling mendasar adalah faktor kesejahteraan dan rasa aman. Setelah menjadi bagian NKRI, rakyat belum merasakan perubahan mendasar dalam kedua hal itu. 
Mengapa otonomi khusus yang diberikan kepada Papua tidak juga mampu meredam gejolak di sana? Saya melihat perilaku para pemimpin merupakan sumber persoalan, baik pemimpin di pusat maupun daerah itu sendiri.

Pada saat Barnabas Suebu terpilih kedua kalinya sebagai gubernur, saya diminta ke Jayapura untuk merintis pendirian Metro TV di sana. Saya pergi sekitar tahun 2006. Setelah meninggalkan Jayapura pada 1978, saya terpana dan sedih ketika melihat Taman Imbi sebagai “alun-alun” kota semakin kumuh dan pembangunan kota yang semrawut. 
Pada kesempatan “berpidato” di depan gubernur dan sejumlah pejabat tinggi Pemda Papua, saya menegaskan inilah saatnya kita semua berkomitmen membangun Papua. Bahkan kepada Barnabas, saya tekankan pada periode pertama sebagai gubernur, cukup sudah dia mendapat manfaat materi dari jabatannya. 

Kini saatnya dia betul-betul mencurahkan waktu dan pikirannya untuk kemajuan Papua dan kesejahteraan rakyat. Jangan lagi mencari kekayaan untuk pribadi maupun keluarga. Hal itu juga berlaku untuk seluruh pejabat Pemda. Sebab sebentar lagi kucuran dana Otsus yang luar biasa besar akan menguji komitmen mereka semua. Jika mereka tidak mampu mengendalikan godaan, korupsi akan merajalela. 

Kepada Barnabas dan jajarannya, saya katakan ini saatnya untuk membangun Papua. “To be or not to be. Kalau kali ini gagal, maka sampai kapan pun Papua tidak akan pernah mampu bangkit.” Apa mau dikata. Selang beberapa bulan, saya mendapat laporan peralatan yang kami beli untuk membangun stasiun Metro TV di sana di-mark up oleh pejabat-pejabat Pemda yang ditunjuk. 

Saat bertemu Gubernur Bar-nabas Suebu, saya sampaikan kemarahan saya soal itu. Dia berjanji akan memecat anak buahnya. Tapi kondisi semakin parah. Barnabas lebih sibuk berada di Jakarta. Alasannya sedang mencari dana investasi dari pusat dan pemerintah Cina untuk pembangunan Papua.

Keadaan semakin menyedihkan saat sejumlah kepala daerah di Papua diperiksa dalam kasus korupsi. Tampaknya dana Otsus yang triliunan membuat banyak orang “mabuk”. Para bupati berubah jadi raja-raja kecil. Mereka juga lebih sering terlihat di Jakarta ketimbang bersama rakyat memajukan daerahnya. Alasannya klise: mencari peluang investasi. Tapi dalam beberapa kesempatan saya melihat “raja-raja kecil” itu hidup berfoya-foya dengan fasilitas mewah di Jakarta. Sementara rakyatnya tetap hidup dalam kekurangan. Sungguh ironis. 

Apa yang kita bisa harapkan dari situasi seperti ini? Belum lagi “semut-semut” dari luar Papua yang mencoba ikut menikmati manisnya gula yang meluber di sana semakin memperparah keadaan. Bukan rahasia lagi, para pejabat dari luar Papua yang ditugaskan di Bumi Cenderawasih berusaha secepat-cepatnya mengeruk kekayaan untuk modal ketika pulang ke daerah masing-masing. Papua hanya menjadi obyek untuk mengeruk kekayaan. Tak ada niat tulus untuk membangun dan menyejahterakan rakyat Papua yang merupakan bagian dari NKRI.

Maka, jangan heran apalagi kaget jika belakangan ini muncul kembali keinginan rakyat Papua untuk merdeka. Mereka tidak melihat jalan keluar lain untuk bisa menikmati hidup layak secara ekonomi dan bebas dari ancaman kekerasan yang terus mendera mereka. Rakyat Papua selama ini harus menanggung akibat dari kelakuan para pemimpin yang sibuk memikirkan kepentingan mereka sendiri.

(RS/RS)
31 Tahun Wafatnya John Lennon, Sang Juru Bicara Generasi

31 Tahun Wafatnya John Lennon, Sang Juru Bicara Generasi


Jakarta - Setiap tanggal 8 Desember, seluruh penggemar band legendaris Inggris, The Beatles terutama penggemar John Lennon, menundukkan kepala dengan khusuk dan dalam. 31 tahun silam, 8 Desember 1980 di New York, AS, John Winston Lennon, salah satu dari mantan anggota The Beatles jatuh tersungkur ke bumi setelah diberondong tembakan Special 38 yang digenggam penggemar beratnya, Mark David Chapman.

Lelaki penembak berusia 25 tahun asal Honolulu, Hawaii bertubuh gempal dengan kacamata yang mirip dengan milik mendiang John Lennon ini melakukannya dengan sangat tenang. Dunia pop berkabung. Buyar sudah upaya reuni The Beatles yang kerap diupayakan banyak orang dengan berhembusnya nafas terakhir tokoh yang paling menyita perhatian publik sejak era akhir '60an dari kelompok The Beatles tersebut.

Dalam buku bertajuk December 8, 1980 The John Lennon Died yang ditulis Keith Elliot Greenberg, peristiwa itu dituturkan dan diungkap dengan sangat rinci. Senin tanggal 8 Desember 1980 John Lennon bersama Yoko Ono ditempat bermukim mereka The Dakota Building tengah menanti fotografer Anne Leibowitz. Agenda hari itu adalah sesi pemotretan untuk sampul majalah Rolling Stone.

John dan Yoko memulai senin itu dengan kegiatan sesi foto bersama fotografer Anne Leibowitz untuk majalah Rolling Stone pada pukul 14:00 hingga 15:00 waktu setempat.

Dalam wawancara terakhir untuk Rolling Stone, John Lennon sempat berceloteh: "I consider that my work won't be finished until I'm dead and buried and I hope that's a long, long time."

Sebuah pernyataan yang berselimut firasat.

Pukul 15:30 Anne Leibowitz yang sempat bersitegang dengan Lennon karena Lennon tetap gigih agar dipotret bersama Yoko Ono. Awalnya Leibowitz hanya menginginkan pose Lennon untuk Rolling Stone, namun Lennon bersikeras agar Yoko Ono berada disampingnya saat pemotretan.

Usai sesi pemotretan John dan Yoko bergegas ke studio rekaman Record Plant. Langkah bergegas pasangan suami istri ini dihadang oleh seorang penggemar The Beatles yang datang dari Hawaii ke New York khusus untuk bertemu dengan John Lennon, sang idola.

Mark lalu menyapa John: ”John, mohon tandatangan disini” seraya menyodorkan sampul piringan hitam album terbaru John Lennon, Double Fantasy yang baru dirilis. ”Sure,no problem,” timpal John sambil menorehkan tandatangan di atas sampul album tersebut dengan pulpen milik Mark David Chapman.

John lalu melangkah ke dalam limosin. Yoko menanti dalam kendaraan. Keduanya kemudian berlalu. Saat itu dalam pengakuannya Mark memang telah berniat ingin menghabiskan nyawa Lennon dengan pistol yang telah disiapkannya. Tapi niat itu urung dilakukannya. Mark merasa kecewa. Tapi memutuskan menunggu John Lennon kembali ke apartemennya hingga malam menjelang.

John dan Yoko lalu bertandang ke studio rekaman Record Plant untuk menyelesaikan rekaman lagu Yoko Ono berjudul “Walking On Thin Ice”. Usai berkutat di studio, keduanya berniat untuk makan malam bersama tapi batal dan limosin kemudian mengarah ke mbali ke The Dakota Building. Saat Yoko dan John turun dari mobil, Mark David Chapman pun menguntitnya. John berjalan agak tergesa.

Mark membuntutinya sambil menyapa: ”Mr. Lennon?” Sekonyong-konyong 5 tembakan dari moncong Special 38 dari tangan Mark menyalak keras. Empat peluru bersarang paripurna di tubuh Lennon yang tersungkur berlumur darah. John merangkak untuk berdiri menuju apartemen dan berteriak lemah: “I’m shot!” Dan John pun rebah.

Yoko menjerit minta tolong. Dari mulut John mengucur deras darah. Mark David Chapman tetap berdiri di sekitar lokasi penembakan di West 72th Street Manhattan, New York, AS hingga polisi muncul.

Polisi datang dan melarikan John Lennon yang sekarat ke Roosevelt Hospital Center. Tapi nyawa Lennon tak tertolong lagi. Pada pukul 22:45 waktu setempat John Lennon menghembuskan nafas terakhir dalam usia 40 tahun. Seantero jagad pun berkabung. Meratapi kepergian tokoh penting budaya pop era '60-an dan '70an.

Howard Cossell dalam acara TV Monday Night Football kemudian mewartakan secara resmi berpulangnya John Lennon.

Tertembaknya John Lennon ditangan penggemarnya sendiri memang menjadi berita headline di seluruh dunia. Apalagi John baru saja merilis album solonya setelah nyaris lima tahun menghilang dari dunia musik dengan tujuan ingin memusatkan perhatian mengasuh Sean Ono Lennon, putera hasil pernikahannya dengan Yoko Ono, pelaku seni garda depan Jepang yang telah meluluhkan hati John Lennon bahkan kerap dituding pangkal perpecahan dalam tubuh The Beatles.

Jenazah John Lennon akhirnya dikremasi. Mark David Chapman pun menjalani masa hukuman 20 tahun. Foto John Lennon telanjang bersama Yoko Ono menjadi sampul majalah Rolling Stone edisi 22 Januari 1981.

Sahabat-sahabat John Lennon kemudian menulis lagu tentang John Lennon. George Harrison menulis lagu memorial bertajuk “All Those Years Ago” (1981) yang didukung Ringo Starr dan Paul McCartney.

Lalu Paul McCartney menulis lagu “Here Today” (1982). Elton John bersama Bernie Taupin menulis “Empty Garden (Hey Hey Johnny)” (1982) dan Freddie Mercury menulis “Life Is Real (Song For Lennon) ” (1982).

Dan tanpa terasa kejadian tragis itu telah memasuki tahun yang ke-31.

Tragedi itu tetap diingat oleh penggemar The Beatles yang tak pernah surut jumlahnya di seluruh dunia. Pada setiap tanggal 8 Desember, seluruh penggemar John Lennon selalu memperingati saat berpulangnya sang idola di depan bangunan Capitol Records yang berada di Vine Street, Hollywood, AS.

John Lennon pada akhirnya bukan hanya sekedar pemusik. Dia adalah visioner yang memberikan banyak pencerahan untuk dunia yang senantiasa bersimbah peluh dan kotoran. John Lennon adalah juru bicara generasi yang visinya masih tetap bergaung dari generasi ke generasi. Seperti senandung Freddie Mercury, John Lennon adalah sosok jenius.

Lennon is a genius
Living in every pore
Life is real life is real

Dikutip dari Rolling Stones Indonesia