Breaking News
Loading...

Random News

  • New Movies
  • Recent Games
  • Tech Review

Tab 1 Top Area

Tech News

Game Reviews

Recent Post

Showing posts with label Pemilu 2014. Show all posts
Showing posts with label Pemilu 2014. Show all posts
Thursday, November 29, 2012
Rhoma Irama dan Sarah Palin

Rhoma Irama dan Sarah Palin


Melihat Rhoma Irama yang sedang getol getolnya nyalon  di Indonesia, sontak mengingatkan saya ke satu figur yang ’serupa tapi tak sama ‘ nun jauh di sebuah belahan bumi yang lain.

Adalah Sarah Palin, seorang ibu cantik mantan Gubernur Alaska dari Partai Republik yang sempat menggegerkan kancah politik di Amerika Serikat karena pencalonannya sebagai Wakil Presiden bersama dengan John Mc. Cain di tahun 2008 yang telah silam. Saat itu adalah sebuah momen historis di Amerika, dimana pasangan Barrack Obama dan Joe Biden berhasil mengalahkan sebuah pandangan subjektif dan yang terlebih adalah isu rasisme yang dilontarkan kubu John Mc.Cain dan Sarah Palin terhadap Barrack Obama sendiri.
Sarah Palin - pic taken from libertarianrepublican.net
Sarah Palin hanyalah seorang ‘redneck’ (sebutan untuk orang ‘udik’) dari Alaska yang dipilih oleh Tim Sukses John Mc Cain pada saat itu, karena saat itu tim sukses Partai Republik berpikir bahwa dia lah figur yang tepat. Seorang ibu rumah tangga yang juga menjabat sebagai Gubernur , punya nilai nilai ‘luhur dan keluarga’ khas Amerika, yang tentu mewakili sebuah pandangan politik dari Partai Republik sendiri.

Yang tidak mereka banyak tahu sebelumnya adalah, Sarah Palin memang benar benar seseorang yang bisa dikatakan ‘kurang pintar ‘ dan mempunyai emosi yang labil. Pada satu persiapan wawancara, bahkan Tim Sukses Partai Republik sendiri harus terkejut untuk sebuah kenyataaan bahwa memang Sarah Palin sama sekali tidak menguasai masalah perekonomian , politik , sosial dan terutama perihal kebijakan Amerika dengan negara negara lainnya.  Di satu kesempatan Sarah Palin bahkan salah menyebutkan bahwa peristiwa 9-11 yang cukup meruntuhkan Amerika itu didalangi oleh mendiang Saddam Husein.

Bukan karena  sebelumnya dia mengantongi  sebuah  informasi intel kelas kakap atau hal yang lainnya, tapi kenyataannya lebih simpel dari itu : Sarah Palin tidak mengetahui apa bedanya antara Afghanistan dan Irak !

Kesalahan demi kesalahan dilakukan Sarah Palin dalam kesempatannya untuk bertatap muka secara langsung untuk menjelaskan apa visi dan misinya terhadap rakyat di Amerika.  Namun, di satu sisi Sarah Palin memang menggambarkan sebagian dari rakyat di Amerika sendiri.  Dan sayangnya, isi kampanye dari Sarah Palin memang sarat dengan sebuah nilai ‘kekeluargaan luhur’ khas Amerika yang menjadi suatu pembenaran atas diangkatnya isu rasialis melawan Barrack Obama.

“Angkat Presiden dari Kita Sendiri, Bukan dari “Mereka” !” . Itu adalah isu atau poin yang selalu digaungkan oleh seorang Sarah Palin untuk menyerang Obama.  Saat itu, Amerika memang sangat tersakiti dengan adanya insiden 9/11.  Dan untuk itu mereka mengutuk keras terorisme. Yang jadi masalah adalah, pada umumnya sebagian dari rakyat di Amerika pun tidak tahu menahu siapa musuh mereka sebenarnya. Yang mereka tahu adalah semua negara di “Middle East” adalah teroris. Bahwa muslim adalah teroris. Akhir kata.

Dan Barrack Obama yang diindikasikan adalah seorang liberal dan juga seorang muslim, tentu mewakili pandangan mereka disini.  Tidak dapat dibiarkan, sebuah calon yang sayap kiri, apalagi dia adalah seorang muslim.  Dan isu isu itulah yang selalu diangkat Sarah Palin dalam kampanye-nya pada saat itu.

John Mc. Cain sendiri sejatinya tidak setuju dengan sikap Sarah Palin. Dan diapun melihat kesalahan demi kesalahan yang dilakukan oleh Sarah Palin pada masa kampanye-nya.  Mc.Cain pun mengeluh bahwa ‘kampanye hitam’ yang ingin menjatuhkan Barrack Obama dari sisi warna kulit atau ras bukanlah sesuatu yang diinginkannya. Perbedaan pandangannya dengan Barrack Obama adalah seputar kebijakan dan program. Bukan isu rasialismenya.

Namun sudah terlambat. Kampanye partai Republik yang mengusung kedua calon tersebut, John Mc.Cain dan Sarah Palin sudah kadung di cap sarat dengan isu seputar rasialisme. Bagi yang merasa konservatif dengan cara atau pola pikir yang tertutup , mereka dianggap mewakili diri mereka. Dan itu cukup untuk memukul pasangan Barrrack Obama dan Joe Biden pada saat itu dibeberapa negara bagian di Amerika Serikat. Tapi tidak pada total suara.

Barrack Obama sendiri pun tertolong atas isu rasialis tersebut. Tentu, mayoritas pemilih afrikan amerikan sudah pasti memilihnya. Yang merasa simpati terhadap ketidak adilan yang dirasakan oleh ummat muslim di Amerika pun juga mendukungnya. Dan yang liberal penjunjung kebebasan dan persamaan? Sudah pasti kantong suara mereka akan berpihak kepada Obama.

Rhoma Irama. Dari manapun sisi kita melihatnya, ada sebuah persamaan disana. Wawancaranya dengan Najwa Sihab yang lalu berhasil menunjukkan kapabilitas Bang Haji sendiri seputar pengetahuan dirinya dalam masalah ekonomi, politik ,sosial dan yang lainnya.  Sejatinya memang hanya tahu sedikit, namun itu tidaklah penting.

Yang terpenting bagi dirinya adalah mengangkat ‘nilai luhur keagamaan’.  Isu SARA, adalah kekuatan Rhoma Irama disana.

Dan jangan salah, masih banyak diantara kita yang menganggap bahwa hal itu adalah penting adanya. Kapabilitas bukan suatu yang penting. Yang penting adalah sosok.
Wednesday, November 14, 2012
Lucunya Parodi Pencapresan Rhoma Irama

Lucunya Parodi Pencapresan Rhoma Irama


Gambar Kompas Rhoma Irama Menunggu Pinangan Parpol

Kemunculan Rhoma Irama dalam wacana pencalonannya dalam Pilpres 2014 nanti telah menjadi trending topic yang menyebar luas di berbagai kalangan. Media sosial menjadi transmitter yang cukup ampuh menyebarkan informasi tersebut. Hanya saja ketika sudah menjadi trending topic di media sosial, maka hal itu jika berada dalam gelombang “minus” akan menjadi guyonan, parodi, yang lebih jauhnya mendiskreditkan orang tersebut. Tak terkecuali dengan Rhoma Irama. Kesediaannya untuk maju dalm Pilpres nanti yang diberitakan luas telah mengarah pada lelucon dan pembunuhan karakter yang sangat parah.

Terlepas dari bacaan atas realitas personal dan jalan kehidupan yang telah dijalani oleh sang Raja dangdut itu, Jika betul Rhoma maju, beliau akan rusak di babat oleh fenomena serangan pergunjingan di dunia maya. Kekuatan politik manapun pasti akan menghitung dan mempertimbangkan dampak politiknya.

Kita tentu sama sekali tak pernah meragukan karya besar dan perjalanan panjang karirnya di dunia musik. Tapi dalam ranah politik sepertinya Rhoma sulit mendapatkan nilai plus. Bahkan jika boleh mengatakan sekali lagi saya adalah salah seorang penikmat dan pendukung Rhoma Irama sebagai seorang Raja Dangdut dengan musik-musiknya yang tak setuju Rhoma terjun dalam panggung politik.

Masih segar dalam ingatan kita bagaimana Rhoma menjadi bulan-bulanan pemberitaan saat Pilgub DKI dengan isu SARA nya. Ketika Rhoma muncul dengan wacana pencapresannya, maka dunia maya penuh dihiasi dengan guyonan, caci maki dan parodi yang meruntuhkan kredibilitas dan kebesaran karya-karya bermusiknya. Salah satunya direkam dan diungkap dalam situs Merdeka.com tentang Parodi Jika Rhoma jadi presiden.

Bila Bang Rhoma Irama jadi Presiden maka akan terjadi hal-hal berikut ini:
1. Lembur pegawai akan dilarang, karena ‘BEGADANG’ tiada artinya.
2. Buat PNS, PP 10 tentang larangan poligami dicabut.
3. Akan ada tunjangan istri ke I, II, III, dan IV
4. Presiden akan sering ‘BERKELANA’, bahkan sampai 3 kali.
5. Kredibilitas Indonesia di mata negara donor meningkat dengan strategi ‘GALI LUBANG TUTUP LUBANG’
6. Penduduk Indonesia tetap ‘135 juta’.
7. Kata ‘prihatin’ hilang, berganti ‘THERLALHU’
8. BNN berubah jadi BAM = Badan Anti Mirasantika.
9. Diusulkan menjadi pahlawan ‘KSATRIA BERGITAR’
10. TNI berubah kembali menjadi ABRI = Anak Buah Rhoma Irama.
11. Tiap upacara bendera diiringi lagu ‘ANIE’

Jika Bang Haji Rhoma terpilih jadi Presiden maka susunan KABINET IRAMA GEMBIRA sbb:

1. Menteri Pertahanan: Meriam Belina
2. Menteri kehutanan : Tarzan
3. Menteri Kelautan dan Perikanan : Thukul Arwana
4. Menteri BUMN : Julia PERES (biar ngak diperes)
5. Menteri Pertanian: BIBIT Waluyo
6. Menteri Kehakiman: Cristine HAKIM
7. Menteri Peranan Wanita: Ayu TING-TING (Perawan terus)
8. Menteri dalam Negeri: Parto TEGAL
9. Menteri Pendidikan: Ki Joko BODO
10. Menteri Pariwisata: GARUDA Nusantara
11. Menteri Pertambangan dan ESDM : Mat SOLAR.
12. Menteri Informasi dan Telekomunikasi: Luna MAYA.
13. Menteri Agama: SJECH PUJI.
14. Menpora : Agung HERCULES.
15. Menteri Lingkungan Hidup: Trio MACAN
16. Menteri Kesehatan : Dedi DUKUN
17. Menteri Perhubungan : Adi Bing SElamet

Parodi itu lucu dan membuat kita senyum mesem dan menyedihkan juga sih. selain itu pesan yang ada didalamnya jelas negatif dan tak menguntungkan Rhoma Irama sendiri maupun pihak-pihak yang mengusung pencapresan Rhoma Irama. yang pada akhirnya juga akan merusak muru’ah Ulama.

Bung Rhoma Irama sudah menapaki panggung kerajaan dangdutnya sedemikian lama. Panggung politik sepertinya bukan panggung yang pas bagi dirinya.

Tulisan ini saya buat dengan segenap cinta dan hormat pada beliau, selain mengetiknya dengan mendengarkan dan mendendangkan lagu Keramat ” Hai Manusia..Hormati Ibumuu..Yang melahirkan dan membesarkanmu..Darah dagingmu dari air susunya..jiwa ragamu dari kasih sayangnya..dialah manusia satu satunya..yang menyayangimu tanpa ada batasnya...”. Hingga dilanjutkan dengan “Perjuangan dan Do’a”