Breaking News
Loading...

Random News

  • New Movies
  • Recent Games
  • Tech Review

Tab 1 Top Area

Tech News

Game Reviews

Recent Post

Wednesday, July 17, 2013
no image

Indonesia Dibanjiri Klub-Klub Dunia, Buat Apa?

EBOOK ISLAMI GRATIS DISINI
thumbnail
AFP/Bay Ismoyo
Akhir-akhir ini terjadi sebuah fenomena menarik; tim-tim besar dunia seakan lalu-lalang di Jakarta. Timnas Belanda, Arsenal, Liverpool, dan terakhir Chelsea silih berganti menyapa jutaan penggemar mereka masing-masing.


Para penggemar bola pada umumnya dan terutama fans berat negara dan klub-klub tersebut begitu antusias karena dulunya jarang-jarang kedatangan klub papan atas dunia. Wow, ada apa ini? Sebuah fenomena yang patut disyukuri tentunya.



Tapi kalau dicerna lebih mendalam, sebenarnya seberapa bermanfaatnya sihkedatangan tim-tim top dunia tersebut?



Kita mulai dari sisi positifnya terlebih dahulu. Pertama-tama kedatangan tim-tim tersebut tentu saja menggembirakan para penggemar mereka di tanah air yang bejibun jumlahnya. Itu sudah pasti.



Selain itu, adanya pemasukan untuk PSSI adalah hal yang positif. Sudah menjadi rahasia umum bahwa keuangan PSSI tidak sehat. Pemasukan ekstra seperti ini sedikit banyak tentu membantu roda organisasi PSSI, paling tidak bisa dipakai untuk menggaji karyawan dan staf.



Efek positif lainnya adalah adanya kesempatan bagi para pemain kita untuk "menimba ilmu" dan "menambah jam terbang". Tentu saja efek positif ini hanya berlaku apabila pemain Indonesia yang tampil mayoritas berusia muda. Apabila yang tampil adalah "wajah-wajah lama" tentu efek menimba ilmu dan efek menambah jam terbang menjadi not in effect, atau dalam bahasa Prancis "nggak ngefek". Buat apa?



Sudah semestinya kita meniru FAM (PSSI-nya Malaysia) yang kerap menurunkan timnas U-23 saat menghadapi klub-klub dunia. Toh penonton yang datang ke stadion dan pemirsa di hadapan kaca telivisi tidak akan kecewa karena mereka lebih tertarik menonton tim lawan. Karena itu alasan "pesanan sponsor" yang seakan-akan mengharuskan diturunkannya pemain-pemain tua yang memiliki nama tidaklah tepat.



Ketegasan PSSI serta pendekatan dan penjelasan yang tepat kepada sponsor menjadi kunci ngefek tidaknya kunjungan tim-tim besar ini secara teknis pembinaan. 



Tapi sampai disitu sajalah efek pembinaan dari datangnya tim-tim dunia tersebut. Tidak banyak. Tepatnya sedikit sekali unsur pembinaan yang bisa didaptkan Indonesia sebagai tuan rumah. Dan itupun KALAU yang dimainkan adalah pemain-pemain muda yang kedepannya akan terus membela merah-putih. Kalau yang main pemain tua atau pemain muda namun kedepannya tidak dipanggil kembali mubasirlah pengalaman yang didapat. Buat apa?



By the way, pertanyaan "buat apa?" di atas sengaja diulang.



Bukannya saya tidak mensyukuri kedatangan klub-klub dunia tersebut. Dari sisi entertainment, sebagai penggemar bola, tentu saya sangat mensyukuri.



Tapi saya khawatir. Terus terang saya khawatir publik dan pengurus sepakbola Indonesia terlena dengan banjirnya Jakarta dengan tim-tim kelas dunia. Saya kuatir event-event besar ini dipakai segelintir orang untuk mencari nama dan mengumandangkan dengan hebohnya bahwa kedatangan tim-tim besar dunia adalah bagian dari kerja keras mereka "membina" sepakbola Indonesia.



My friends, membina sepakbola bukanlah dengan mendatangkan tim-tim dunia. Bukan juga dengan mendatangkan Diego Maradona. Membina sepakbola Indonesia sejatinya dilakukan dengan cara-cara yang diam, tidak heboh, bahkan mungkin bisa disebut garing, seperti membuat akademi kepelatihan sehingga anak-anak di seluruh Indonesia bisa mendapatkan sesi-sesi latihan yang jauh lebih berkualitas dari sekarang dikarenakan pelatih-pelatih mereka terdidik --dan lebih daripada itu, terdidik secara berkualitas.



Ketegasan sikap, adil dalam bersikap, membina dalam bersikap dan memiliki visi dibelakang setiap sikap itulah pembina sepak bola yang sejati. Masyarakat bola Indonesia menginginkan dan mengidam-idamkan serta mengharap-harapkan (apalagi, ya?) pengurus sejati dan bukannya penguras.



Mari kita nikmati kedatangan tim-tim dunia sebagai entertainment yang layak untuk disyukuri. Karena timing kedatangan klub-klub papan atas EPL tersebut sangat tepat, yakni di saat pramusim, saya yakin gairah bertanding para penggawa di lapangan akan besar sehingga kualitas pertandingan akan tinggi dan mampu memuaskan kita semua.



Mari kita juga berharap bahwa pengalaman yang didapatkan para pemain Indonesia tidak mubazir, namun bisa digunakan di masa-masa mendatang di saat membela 'Merah-Putih'.



Yang terutama, harapan saya "pembinaan" sepakbola Indonesia tidak sampai di situ saja. Semoga proyek-proyek yang menjadi tulang punggung pembinaan berkualitas lekas bertransformasi dari alam kata-kata (istilah pribadi saya adalah "dunia bla-bla-bla") ke dunia nyata.



Kalau tidak, buat apa?



Salor.




===



* Penulis adalah pelatih, pengamat, pecinta sepakbola
* Akun twitter: @coachtimo
* Website: www.coachtimo.org



*Foto: Indonesia Selection saat dikalahkan Valencia 0-5 pada Agustus 2012 (AFP/Bay Ismoyo)
Sunday, June 30, 2013
Perbedaan Etika Maradona dan Cristiano Ronaldo di Indonesia

Perbedaan Etika Maradona dan Cristiano Ronaldo di Indonesia

EBOOK ISLAMI GRATIS DISINI
Pembaca yang budiman, Seminggu terakhir masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kedatangan dua insan sepak bola yang sangat mahsyur di penduduk dunia, skillnya tingkat dewa, dan kaya raya.

Ya, seperti judul diatas, Anda pasti sudah tahu sosok Maradona dan Cristianno Ronaldo (CR7). Keduanya adalah pemain yang dipuja oleh masyarakat dunia. Maradona, mantan pemain Napoli ini pernah meraih Piala Dunia bersama Argentina tahun 1986. Sedangkan prestasi terbaik CR7 sejauh ini adalah menjadi juara liga Champions 2008 bersama Manchester United dan menjadi runner up di Piala Eropa tahun 2004 di level timnas. Terakhir, juara Liga Spanyol bersama Real Madrid tahun 2012.

Ronaldo beberapa hari lalu menghadiri acara tanam Mangrove bersama Presiden SBY setelah didapuk menjadi Duta Mangrove. Acara tersebut berlangsung lancar. Kedatangan CR7 memberi spirit dan motivasi bagi rakyat Indonesia. Sikapnya yang santun dan bersahabat membuat masyarakat Indonesia simpati padanya. CR7 datang dalam rangka acara amal, bukan profit.

Giliran Maradona bertandang ke Indoensia. Tiba setelah perjalanan 20 jam dari Argentina ke Indonesia beberapa waktu lalu, didampingi beberapa asistennya Maradona tampak kelelahan dan tidak ingin diganggu. Bahkan ia kerap sedikit emosi ketika ada beberapa orang yang berusaha menyentuhnya. Satu keinginanMaradona saat itu mungkin, ingin segera tiba di hotel dan istirahat.

Kini beberapa media santer mengabarkan permintaan dan perilaku ‘aneh’ Maradona

Anak-anak yang datang bersama orang tuanya dan bersama kelompoknya di SSB (Sekolah Sepak Bola) sudah berkumpul bersiap menyambut legenda hidup tersebut. Maradona tiba di SUGBK utuk menyapa anak-anak yang menantinya dan bersiap untuk dilatih olehnya dalam coaching clinic.

Maradona dihadapan anak-anak tersebut pun memberi sambutan dan sedikit speech, yaitu untuk menjadi pemain berkelas tidak bisa diraih dengan cara instan. Penampilan Maradona ditutup dengan membagi-bagikan bola bertandatangan dirinya pada anak-anak tersebut. Setelah rangkaian acara yang berlangsung sekitar 12 menit tersebut, Maradona meninggalkan SUGBK untuk menuju hotel tempat ia beristirahat. Kesimpulannya? Agenda coaching clinic tersebut batal. Hanya sekilas sambutan dan bagi-bagi bola. Anaka-anak dan orang tua yang sudah bayar ratusan ribu bahkan jutaan kecewa. Bahkan awalnya dijanjikan ekspetasi bisa berfoto dengan Maradona. Salah satu pengelola SSB bahkan mengatakan agenda tersebut tidak ada manfaatnya untuk anak-anak yang ikut coaching clinic.

Maradona dijadwalkan mengunjungi bebebrapa tempat selain Jakarta, salah satunya adalah Medan. Namun, acara di Medan tersebut dipastikan batal. Menurut pihak penyelenggara, Medan tidak siap menyelenggarakan acara tersebut.

Permintaan ‘aneh’ Maradona dikutip dari bola.viva.co.id salah satunya adalah enggan ikut makan di gala dinner. Maksudnya disini adalah tidak mau ikut makan makanan yang disediakan di gala dinner, hanya mau minum kopi karena bukan jam makannya. Terkait air mineral (air putih) Maradona hanya mau minum dari merk air mineral tertentu saja, hanya satu merek. Untuk mengikuti gala dinner tersebut, peserta dikenai biaya sampai Rp 10 juta. Agenda Maradona di Indonesia antara lain, Coaching Clinic, Gala Dinner dan Seminar.

Untuk mendatangkan Maradona, pihak penyelenggara mengeluarkan biaya Rp 12 Miliar. Tentu angka tersebut adalah tarif yang dipatok oleh pihak manajemen Maradona sendiri.

Mari kita lihat ketika Cristiano Ronaldo datang ke Indonesia.

Datang dalam rangka gerakan menanam Mangrove dan kesadaran akan pentingnya Mangrove, CR7 datang dengan gaya sederhana, menebar senyum persahabatan, tulus menyapa semua penggemarnya.

Bersedianya Ronaldo menjadi duta mangrove tanpa paksaan apalagi iming-iming uang. Ronaldo tidak dibayar sepeserpun untuk acara tersebut di Indonesia.

Ketertarikan Ronaldo pada mangrove dimulai ketika ia mengetahui sosok Martunis, anak kecil dari Aceh yang selamat dari tsunami karena tersangkut dan berpegangan pada Mangrove. Martunis, anak asal Aceh tersebut selamat setelah 21 hari terombang-ambing, tanpa makan. Yang menarik Martunis saat itu menggunakan kaus timnas Portugal dan berita tersebut diliput oleh media internasional. Darisana Ronaldo mengenal Martunis, mengundangnya ke Portugal bersama timnas Portugal, dan menjadikannya anak angkat dengan membiayai biaya pendidikan Martunis.

Selama di Indonesia Ronaldo jauh dari permintaan yang aneh-aneh. Menjalankan perannya dengan wajah ceria dan sepenuh hati. Ronaldo jauh dari pemberitaan negatif tentang gaya hidup dan pola konsumsi yang tidak sehat.

Dibalik kemegahan dirinya dan kemelimpahan hartanya, Ronaldo memiliki hati emas. Ia sangat ramah pada fans, bahkan sering memberi kaus jerseynya pada penonton setelah pertandingan. Ia dikabarkan sering menyumbang sebagian hartanya untuk kegiatan kemanusiaan.

Darisana pembaca yang budiman bisa melihat bagaimana etika dan perilaku dua superstar tersebut ketika berkunjung ke Indonesia. Mari serap yang baik-baiknya agar menjadi inspirasi untuk kita semua.
Ahmad Fathanah dan Indahnya Androgy-nya Ayu Azhari: Telaah Psikologi

Ahmad Fathanah dan Indahnya Androgy-nya Ayu Azhari: Telaah Psikologi

EBOOK ISLAMI GRATIS DISINI
Ayu Azhari, Vitali Sesha dan Sefti Sanustika muncul dengan saling serang di infotainment. Wawancara televisi yang menunjukkan pembelaan diri dan pembusukan lawannya sesungguhnya membuka kedok diri mereka. Sesungguhnya Ahmad Fathanah adalah sosok manusia kalah - atau pura-pura kalah dalam rangka strategi melepaskan diri dengan mengalihkan kasus bahasan dari korupsi ke sekedar infotainment dan perseteruan antar perempuan. Lalu kenapa yang muncul sosok Sefti Sanustika bukan istri-istri yang lainnya selain 4 yang lain?

Dalam sisi psikologi jender, Ahmad Fathanah yang mendelegasikan kasus busuk urusan perempuan dengan dicuci oleh kesetiaan istri - dalam gambaran dan kesan saja - adalah sosok lelaki lemah yang tak bertanggung jawab. Sikap kekalahan Ahmad Fathanah diwujudkan dengan mengawini banyak perempuan. Ahmad Fathanah melakukan pencarian dirinya. Sikap dan gaya tegar yang dimunculkan di permukaan gagal memberikan kepuasan jiwa baginya. Yang terjadi adalah kegalauan tingkat dewa.

Empat istri lainnya Ahmad Fathanah diambil dari kalangan pengajian - yang berwujud kepasrahan total perempuan pada penghambaan terhadap Ahmad Fathanah. Bagi Ahmad Fathanah hal ini tidak memuaskan jiwanya. Maka dicarinya perempuan model Vitali Sesha, Sefti Sanustika, Maharany Suciono, dan kawan-kawan sealiran dengan gejolak jiwa. Semua itu tidaklah memberikan kebahagiaan tingkat dewa yang diinginkan oleh Ahmad Fathanah yang bergelimang uang hasil pencucian uang. Apa dan seperti apa perempuan yang diinginkan oleh Ahmad Fathanah?

Ahmad Fathanah adalah gambaran metamorfosisnya para OKB dari manusia pas-pasan Senin-Kamis di kampus-kampus yang tiba-tiba menjadi golongan sedikit kelas menengah langsung berpesta menikah banyak-banyak. Poligami yang menjadi trend di kalangan para kader dan elite partai-partai adalah secara psikologis adalah balas dendam masa lalu - ketika dimarjinalkan oleh Soeharto secara sosial dan ekonomi.

Ahmad Fathanah sungguh fenomenal muncul dan berani menunjukkan disorientasi psikologi terhadap keadaan sosio-religiusnya dengan tampil frontal dan gemerlap - sementara yang lain tiarap malu-malu.

Tampilnya Sefti, Dewi, Lita (saya samarkan) dan beberapa teman Maharany Suciono masih saja belum muncul di KPK menggambarkan pencarian jiwa Ahmad Fathanah terhadap perempuan - harapan publik melihat semakin banyak perempuan muncul ke permukaan dengan pengakuan membantu pencucian uang dan KPK menetapkan para perempuan ini sebagai persangka pencucian uang. Namun ada satu perempuan yang paling menarik. Ayu Azhari. Selain Ayu Azhari di antara semua perempuan Ahmad Fathanah, mereka adalah KW3-nya Ayu Azhari.

Bahkan Ahmad Fathanah kalah jauh dibandingkan dengan Eyang Subur dalam memilih perempuan. Eyang Subur 100% mendapatkan dengan cerdas perempuan yang digambarkan oleh Ayu Azhari. Eyang Subur mampu menampilkan istri-istrinya - yang mentalnya kuat - ke depan publik dengan elegan bahkan berseragam segala. Sementara istri-istri dan teman dekat pacar Ahmad Fathanah - yang tidak ada hubungannya dengan PKS namun sohib dan operator lapangan kepentingan bisnis elite PKS seperti mengatur pertemuan di Medan dan banyak tempat -tidak berani muncul kecuali KW-2nya Ayu Azhari bernama Sefti Sanustika.

Ayu Azhari adalah sosok androgen sejati. Dalam diri seorang Androgen seperti Ayu Azhari, Lady Diana, Nefertiti, Cleopatra, Benazir Butto, Madonna, Margaret Tatcher, Indira Gandhi, Ratu Shima, Golda Meir, Ratu Sheba, Mary Robinson, Jackie Kennedy, dan tentu saja Agnes Monica, tampak kekuatan dan daya tarik yang memabukkan banyak kalangan baik perempuan maupun laki-laki.

Androgen laki-laki muncul dalam diri orang seperti David Beckham, Julio Iglesias, John F Kennedy, Soekarno, Tan Malaka, Chairil Anwar, Bung Hatta, Vladimir Putin, Syeikh Siti Jennar, Abdul Qadir Aljaelani, Buya Hamka, KH Ahmad Dahlan, KH Wahid Hasyim, Sudono Salim, Anies Baswedan, Komaruddin Hidayat, Mahfud MD, Dahlan Iskan, Joko Widodo dan bahkan Eyang Subur.

Para Androgen ini secara mental mampu menempatkan diri dan memerlakukan diri dan orang lain antara perempuan dan lelaki bahkan tanpa jender. Bukan berarti mereka adalah bencong atau lesbi, namun justru mereka adalah para manusia yang mampu menempatkan dan melihat diri dan orang lain baik sejenis maupun lawan jenis dari sisi sesuai dengan perspektif diri yang dipandang - sekaligus yang memandang.

Oleh sebab itu, Ahmad Fathanah benar-benar kesengsem dengan Ayu Azhari karena karakter dan jiwa Ayu Azhari yang androgen. Hanya pasangan yang memiliki jiwa androgen yang akan mampu memuaskan seorang androgen. Ayu Azhari selama ini mengarungi biduk kehidupan dalam pencarian pasangan androgen; dan Ahmad Fathanah tidak memiliki kualitas apapun - meskipun dipuja dan dibanggakan oleh PKS sebagai mesin uang - selain sebagai petualang tanpa jiwa yang gemerlap dan indah seperti yang dimiiki oleh Ayu Azhari. Ahmad Fathanah jelas kalah telak dan tidak mendapatkan Ayu Azhari - atau Ayu malu mengakui ditaklukkan Ahmad Fathanah yang bukan Androgen. Ahmad Fathanah jelas kalah telak dengan Eyang Subur.

Many androgynes identify as being mentally between woman and man, or as entirely genderless. They may identify as “non-gendered”, “gender-neutral”, “agendered”, “between genders”, “genderqueer”, “multigendered”, “intergendered”, “pangender” or “gender fluid”. Kalau nggak jelas soal androgyny silakan konsultasi sama saya, Eyang Subur dan Mbah Google. Dan, ingat tidak semua hal di Wikipedia dan Google bener.

Salam bahagia ala saya. Be An Androgen and Be Happy!
Thursday, January 24, 2013
Dampak Psikologis Bagi Korban Pemerkosaan

Dampak Psikologis Bagi Korban Pemerkosaan

EBOOK ISLAMI GRATIS DISINI
Baru-baru ini, dunia tercengang dengan kasus pemerkosaan seorang wanita India. Korban akhirnya meninggal dunia setelah mengalami kekerasan fisik. Kasus pemerkosaan ini tak hanya ditemukan di India, melainkan hampir seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia. Korbannya pun tak mengenal usia. Kasus terakhir yang ramai diperbincangkan adalah RI, seorang bocah perempuan yang masih duduk di bangku sekolah dasar. RI yang diduga korban pemerkosaan tersebut juga meninggal dunia.

Berkebalikan dengan yang dikatakan oleh calon hakim agung, Daming Sunusi, bahwa pelaku dan korban perkosaan sama-sama menikmati, ternyata korban pemerkosaan yang masih hidup harus menanggung penderitaan, utamanya masalah psikologis. Berikut adalah dampak psikologis yang dialami para korban pemerkosaan seperti dijelaskan Psikolog Alissa Wahid.

1. Menyalahkan diri sendiri
Self blaming atau menyalahkan diri sendiri merupakan cara yang dilakukan seseorang ketika menghadapi sebuah masalah, dengan menyalahkan bahkan menghukum diri sendiri. Inilah yang kemudian juga menjadi pemicu kemungkinan angka bunuh diri meningkat.

2. Merasa 'rusak'
Alissa mengungkapkan bahwa korban pemerkosaan mengalami penurunan rasa percaya diri. "Tak jarang korban pemerkosaan merasa tak memiliki rasa percaya diri karena merasa dirinya seperti barang rusak," ujarnya. Rasa ini berkaitan dengan masa depan korban, khususnya wanita yang lebih memikirkan pasangan hidup. Ketakutan tidak ada pria yang menginginkannya lagi karena statusnya sebagai korban pemerkosaan.

3. Menarik diri dari lingkungan
Perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari, seperti menarik diri dari lingkungan, pendiam, dapat menjadi tanda yang terlihat secara kasat mata.
"Korban umumnya merasa takut untuk mengatakan tentang kejadian (pemerkosaan) yang sebenarnya, kemudian muncul sebuah gejala depresi ini," kata Alissa.

Tak hanya itu, mereka juga takut dihakimi oleh orang-orang di sekitarnya yang akhirnya menimbulkan trauma. Perlu Dilakukan Guna mencegah terjadinya dampak yang tak diinginkan tersebut, sebaiknya orangtua atau orang terdekat korban melakukan hal berikut ini:

- Ketika korban mengalami perubahan perilaku, coba tanyakan perlahan dengan menggali informasi dari dalam dirinya. Jika tak berhasil, mintalah pertolongan pada orang terdekat yang dipercaya oleh anak.

- Saat dalam kondisi ini, korban pada dasarnya membutuhkan dukungan atau dorongan. Jangan menyalahkan atau berbicara dengan nada tinggi, karena dapat menimbulkan efek buruk pada korban. (eh)
Monday, January 21, 2013
Asal Mula Nama Warkop DKI

Asal Mula Nama Warkop DKI


Mungkin tak banyak yang tahu asal-mula grup lawak ini memilih Warung Kopi sebagai identitas mereka.

Sebagai mahasiswa yang melek dengan keadaan sosial-politik, Indro dan kawan-kawan sadar betul bahwa hanya ada satu tempat di negeri ini yang menjunjung arti demokrasi sebenarnya. Tempat yang dimaksud adalah warung kopi.

"Kedewasaan demokrasi yang baik hanya ada di warung kopi," tutur Indro. "Di sana, orang bebas bicara, bebas membantah, bebas tertawa, tanpa berantem. Karena itulah nama Warung Kopi kami pilih untuk grup ini."

Dalam setiap performanya, Warkop selalu melontarkan kritik pedas terhadap pemerintah sebagai kontrol sosial. Padahal, di era itu, rakyat Indonesia dikukung oleh pemerintahan yang represif.

Namun, bagi Warkop, yang mereka lakukan adalah salah satu tanggung jawab sebagai rakyat. Dan karena itulah, mereka berani mengungkapkan kritik terhadap pemerintah, walau pernah pula berakhir di kantor polisi.

"Tapi, kami tetap berani menyuarakan suara rakyat karena memang itulah tujuan kami. Kami konsisten menempatkan diri sebagai rakyat," lanjut Indro.

"Dan kami lebih baik memiliki arti di mata masyarakat ketimbang menjadi kaya. Ada dua jenis kepuasan di dunia ini, yaitu kepuasan batin dan materi. Mana yang prioritas? Warkop lebih mengutamakan kepuasan batin. Ada kepuasan batin tersendiri ketika kami mampu mewakili suara rakyat."

Memiliki arti di mata masyarakat adalah salah satu nilai yang dijunjung tinggi oleh Warkop hingga detik ini.

Bahkan, ketika dunia perfilman memandang karya-karya Warkop dengan sebelah mata, Indro dan kawan-kawannya tidak peduli.

Menanggapi hal tersebut, menurut Indro, kedua rekannya pernah mengatakan hal yang sama. "Tak usah pedulikan mereka yang tidak menganggap Warkop. Yang harus kita pedulikan adalah jutaan masyarakat yang menonton Warkop," kenang Indro.

"Mas Dono dan Mas Kasino selalu mengatakan bahwa kita harus mendahulukan kepentingan bangsa dibandingkan kepentingan pribadi."

Hingga saat ini, prinsip tersebut selalu dipeluk Indro, bahkan di luar dunia Warkop sekalipun. (Gaiz)

Sumber: Majalah Hello! Indonesia April 2011
Friday, January 18, 2013
Turis Jerman "Nikmati" Banjir di Thamrin

Turis Jerman "Nikmati" Banjir di Thamrin


Banjir besar yang melanda Jakarta pada Kamis 17 Januari 2013 memunculkan banyak cerita, dari yang sedih sampai lucu. Cerita lucu misalnya, terlihat dari kelakuan dua turis asing dari Jerman dan Swiss.

Alih-alih stres dengan banjir yang melanda Ibu Kota ini, Tim Lehman yang asal Jerman justru menghabiskan sorenya dengan bermain air di banjir yang menggenangi Jalan MH Thamrin. Lehman tidur-tiduran di atas pelampung, sementara temannya, Thomas Hauser yang dari Swiss, menariknya dengan tali. 

Mereka pun terlihat menebar, menikmati udara sore Jakarta yang meski tak hujan lagi namun masih mendung. 

Bukan Lehman dan Hauser yang "berwisata" banjir. Hendra, seorang warga yang tinggal di Permata Hijau, mengaku sengaja bolos bekerja sejak pagi. Alih-alih bertahan di rumah, Hendra menggenjot sepedanya ke kawasan Bundaran Hotel Indonesia.

Dengan mengenakan setelan jas hujan, helm dan peralatan dokumentasi, pria asal Yogyakarta itu mengabadikan momen banjir besar yang menimpa urat nadi Jakarta itu. Hendra mengaku, awalnya hendak bersepeda ke Jatinegara, melihat rumah temannya yang terkena banjir.

"Ternyata di HI parah juga karena tanggulnya jebol, sekalian saja saya abadikan hehe
Tuesday, December 4, 2012
3 Pernyataan Kontroversial Bupati Garut Aceng

3 Pernyataan Kontroversial Bupati Garut Aceng


1. Nidurin Artis Tak Semahal Ini
Aceng menyatakan kasus Fany yang dinikahinya bulan Juli 2012 telah diselesaikan secara kekeluargaan. 

"Saya sudah keluar uang hampir Rp 250 juta, hanya nidurin satu malam. Nidurin artis saja tidak harga segitu," kata Aceng saat ditanya pernikahannya menjadi kontroversi.

Aceng mengakui memberikan mas kawin pada Fany senilai Rp 2 juta dan uang tunai Rp 100 juta sebagai tanda penghormatannya pada perempuan. 

"Kata dia tidak menyangka untuk mendapatkan itu, karena dari keluarga yang sangat tidak punya. Sangat bersyukurlah. Saya beli HP yang sama dengan dia, saya beli pakaian, sampai saya bilang ke dia, kita nanti habis nikah itu umrah. Atau kita nikah sambil umrah. Itu harapan saya," jelas dia.

2. Perawan Itu Kalau Dipakai Lalu Berdarah
Aceng merasakan bahwa Fanny sudah tidak perawan, karena itu dirinya merasa dibohongi. Menurut Aceng, sebelum menikah, Fanny mengaku perawan.

"Sumpah demi Allah, demi Rasulullah. Saya kan duda, pernah punya istri. Terlepas yang namanya
perawan itu dipakai lalu berdarah, terlepas dengan cara yang baik, saya tidak tahu itu. Tapi ini, dari ekspresi seperti ia orang yang sudah terbiasa. Dari kelemahan yang ada akhirnya sama sekali tidak ada rasa di saya," kata Aceng.

3. Pas Saya Beli Ternyata Tidak Sesuai Speknya
Aceng mengatakan seusai menikah, apa yang diharapkannya dari Fanny tidak sesuai. Dia kemudian mengembalikan ke hukum agama, dan membatalkan pernikahan itu.

"Itu namanya batal nikah. Kenapa? Karena nikah itu kan perdata, perikatan, akad. Jadi kalau dianalogikan, tidak ada bedanya dengan jual beli. (Janjinya), “Wah ini barang dipakainya enak, performanya banyak orang suka.” Tapi pas saya beli ternyata “loh ininya kurang, tidak sesuai dengan speknya”. Saya dari malam pertama saja, sudah minta ampun, sudah tidak kuat," kata Aceng.
Saturday, December 1, 2012
 ALASAN BUPATI GARUT ACENG HM FIKRI NIKAH CERAI DENGAN FANI

ALASAN BUPATI GARUT ACENG HM FIKRI NIKAH CERAI DENGAN FANI


KRONOLOGI ALASAN BUPATI GARUT ACENG HM FIKRI NIKAH CERAI DENGAN FANI OKTORA 2012. Perkawinan kilat Bupati Garut Aceng HM Fikri terus menuai protes. Pada Ahad 25 November 2012 warga Garut turun ke jalan memprotes prilaku sang bupati Garut.

Perempuan Garut merasa kehormatannya dihina atas perbuatan sang bupati menikahi seorang gadis berusia 18 tahun hanya selama empat hari. Ia menceraikannya melalui sebuah pesan singkat.

Paguyuban perempuan Garut turun ke jalan untuk mengecam segala tindakan yang memarginalkan perempuan. Mereka mengecam Bupati Garut Aceng HM Fikri yang dinilai melecehkan perempuan. Para wanita melakukan aksi simpati dan mengajak para pengguna jalan untuk menolak eksploitasi yang merugikan kaum hawa.

Aksi paguyuban perempuan Garut ini merupakan salah satu bentuk protes besar atas berbagai tindakan kekerasan dan eksplotasi yang terjadi di Kabupaten Garut. Seperti yang dilakukan Bupati Aceng terhadap Fani Oktora, gadis belia yang dinikahi hanya dalam waktu empat hari.

Kontroversi pernikahan ini berawal dari pengakuan Fani yang telah dinikahi Aceng yang sudah beristri. Selang empat hari setelah menikah, sang bupati mentalaknya hanya lewat sebuah pesan singkat.

Tidak terima perlakuan sang bupati, Fani yang berasal dari keluarga besar pesantren menuntut permintaan maaf. Saat itu, Fani dan keluarga besar Pondok Pesantren al-Fadilah mengizinkan pernikahan ini karena Aceng mengaku telah bercerai dengan istri pertamanya.

Namun, Bupati Garut menepis hubungan status pernikahannya dengan Fani. Ia mengaku persoalan ini telah diselesaikan lima bulan lalu. Aceng mengaku memang kerap diisukan memiliki istri lagi yang ditampiknya dengan keras.

Pernikahan tersebut diputuskan Aceng dengan alasan bahwa Fani sudah tidak perawan dan menderita sakit polio. Apa yang dilakukan bupati ini mengundang reaksi dari berbagai kalangan, baik warga maupun aktivis perempuan yang menyayangkan tindakan Aceng. Mereka menilai, meskipun menikah adalah hak asasi seseorang namun apa yang dilakukan Aceng adalah contoh yang kurang baik dan tidak mencerminkan seorang pemimpin.

Akhirnya Bupati Garut Aceng HM Fikri angkat bicara mengenai pernikahan dan perceraiannya dengan Fani Oktora (18). Ia tidak membantah telah menikah dan menceraikan Fani. Berikut penjelasan lengkapnya.

"Saya tidak mau menanggapi. Ini ranah pribadi. Apalagi ini sudah diselesaikan 5 bulan lalu," kata Aceng kepada wartawan di Pendopo Pemkab Garut, Rabu 28 November 2012 petang.

Aceng enggan menjelaskan secara detail proses pernikahan dan perceraiannya dengan Fani. Ia juga menjawab diplomatis saat ditanya seputar alasan menikahi dan menceraikan gadis berusia 18 tahun tersebut.

"Saya lebih baik diam. Yang penting, saya masih bisa berdinas seperti biasa, menghadiri berbagai kegiatan dan mengunjungi masyarakat," kata Aceng.

Mantan pasangan Dicky Chandra ini mengaku terganggu dengan pemberitaan mengenai dirinya dan menduga hal itu dikembangkan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak menyukainya. Meski demikian, ia tidak akan menanggapi dan bertugas seperti biasa. 

"Yang jelas, kalau ada perceraian, pasti ada pernikahan. Saya menceraikan secara lisan, pakai kata-kata halus. SMS hanya penegasan saja," katanya tanpa merinci kata-kata yang dimaksud. 

Aceng menikahi Fani pada pertengahan Juli lalu. Dia dikenalkan oleh seorang ustaz sebuah pesantren di dekat rumahnya. Saat menikah, sang bupati mengaku duda dan mencari istri untuk menemaninya umroh.