Breaking News
Loading...

Random News

  • New Movies
  • Recent Games
  • Tech Review

Tab 1 Top Area

Tech News

Game Reviews

Recent Post

Sunday, September 30, 2012
Ini Yg Sebenarnya Terjadi Di Rumah Brigjend D.I. Pandjaitan Pada Subuh 1 Oktober 1965

Ini Yg Sebenarnya Terjadi Di Rumah Brigjend D.I. Pandjaitan Pada Subuh 1 Oktober 1965


Masih ingat dengan film Pengkhianatan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau G30S/PKI? Selama masa kepresidenan Soeharto, film berkisah penculikan serta pembunuhan tujuh jenderal revolusi itu selalu diputar pada 30 September oleh Televisi Republik Indonesia atau TVRI. Satu korban yang menjadi sasaran pembantaian adalah Brigadir Jenderal Donald Izacus Panjaitan atau D.I. Panjaitan. Dan putrinya, Catherine Panjaitan, menjadi saksi mata penculikan itu.

Pada majalah Tempo edisi 6 Oktober 1984, Catherine menceritakan kejadian malam berdarah itu. Ingatan itu tertuang dalam tulisan berjudul, Kisah-kisah Oktober 1965. Bagi Anda yang sempat menonton filmnya pasti melihat adegan putri D.I Panjaitan membasuhkan darah sang ayah ke mukanya. Tapi benarkah Chaterine melakukan hal itu?

“Saya melihat kepala Papi ditembak dua kali,” Catherine mengisahkan. “Dengan air mata meleleh, saya berteriak, "Papi..., Papi...." Saya ambil darah Papi, saya usapkan ke wajah turun sampai ke dada.”

Kata Catherine, penculikan terjadi sekitar pukul 04.30, pada 1 Oktober 1965. Kala itu, ia tengah tidur di kamar lantai dua. Kemudian terbangun karena teriakan dan tembakan. Catherine mengintip ke jendela. Ternyata telah banyak tentara berseragam lengkap di perkarangan rumah. “Beberapa di antaranya melompati pagar, sambil membawa senapan,” kata Catherine. 

Panik, ia lari ke kamar ayahnya. Yang dicari sudah terbangun dari tidur. Mereka pun berkumpul di ruang tengah lantai atas. Kata Catherine, almarhum papinya terus mondar-mandir, dari balkon ke kamar. Dia sempat mengotak-atik senjatanya, semacam senapan pendek.

(Alm) Mayjend TNI (Anumerta) Donald Izacus Pandjaitan

Catherine sendiri sempat bertanya pada ayahnya soal apa yang terjadi. Tapi sang jenderal bergeming. Sedangkan di lantai bawah, bunyi tembakan terus terdengar. Televisi, koleksi kristal Ibu Panjaitan, dan barang lainnya hancur. Bahkan meja ikut terjungkal. “Tiarap…tiarap,” kata Catherine menirukan ayahnya.

Sebelum menyerahkan diri ke tentara, mendiang Panjaitan sempat meminta Catherine menelepon Samosir, asisten Jenderal S. Parman. Usai itu, Catherine menghubungi Bambang, pacar sahabatnya. Tapi belum selesai pembicaraan, kabel telepon diputus.

Berseragam lengkap, kemudian D.I. Panjaitan turun ke ruang tamu. Seorang berseragam hijau dan topi baja berseru, "Siap. Beri hormat," Tapi Panjaitan hanya mengambil topi, mengapitnya di ketiak kiri. Tak diacuhkan begitu, si tentara memukul Panjaitan dengan gagang senapan, hingga ia tersungkur. Setelah itu, kejadian bergulir cepat. Dor! Dor! “Darah menyembur dari kepala Papi,” kata Catherine menceritakan kejadian yang terjadi di rumah yang beralamat di Jl. Sultan Hasanuddin, Blok M (seberang gedung Kejagung).
Saturday, September 22, 2012
Amedz Share| Ketika Semut Taklukkan Gajah

Amedz Share| Ketika Semut Taklukkan Gajah


Dalam pilkada putaran kedua DKI Jakarta, versi laporan hitung cepat dari semua lembaga survei, pasangan Jokowi-Ahok menang. Dukungan mayoritas partai politik pada petahana bukan jaminan kemenangan. Sentimen agama dan etnis tak lagi signifikan menghadang Jokowi. Jakarta kembali membuktikan sebagai basis pemilih kritis rasional. ---

Janji Joko Widodo (Jokowi) memberikan kejutan, kali ini terbukti. Wali Kota Surakarta ini berhasil memenangkan pilkada Jakarta putaran kedua, meski baru pada tingkat laporan lembaga survei. Bukan hanya hitung cepat, melainkan juga real count yang dilakukan Cyrus Network dan e-Demokrasi Jakarta (FeD).

Pasangan Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) unggul lebih dari 50%. Jarak dengan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli melebihi angka margin of error. Hasil resmi KPU Daerah, diprediksi, tak banyak berbeda. Dibandingkan dengan putaran pertama, hasil ini mestinya tidak mengejutkan. Jokowi-Ahok lebih dahulu bikin kejutan saat menang pada putaran pertama, Juli lalu, menepis perkiraan semua lembaga survei yang mengunggulkan Foke.

Tapi kemenangan kali ini tetap istimewa, karena laju Jokowi menghadapi tantangan yang tak ringan. Dari segi dukungan partai politik, duet Jokowi-Ahok gagal menggaet dukungan tambahan partai baru. Sebagian besar partai politik mengalihkan dukungan kepada Foke-Nara. Jokowi hanya didukung PDI Perjuangan dan Gerindra. Itulah sebabnya, Jokowi mengibaratkan posisinya seperti semut melawan gajah.

Sandungan lain yang tak ringan adalah kampanye anti-Jokowi-Ahok yang mengusung sentimen agama dan etnis. Ahok kebetulan beragama Kristen Protestan. Banyak penceramah menggaungkan ayat larangan muslim memilih pemimpin non-Islam. Jakarta dikenal sebagai basis muslim fanatik. Bagi pendukung Foke berbasis sentimen agama, ternyata terdapat blunder.

KH Cholil Ridwan, salah satu Ketua MUI yang menyebut diri "Betawi asli 24 karat", menyebar pesan singkat (SMS) berisi kekecewaan, Kamis pagi, sebelum pencoblosan. Ia merasa sering memberi ceramah dan khotbah di berbagai tempat untuk memilih Foke atas alasan agama. Tapi ia kecewa. Kamis pagi itu, Cholil menyaksikan istri Foke tampil di televisi tanpa jilbab. Soal jilbab, bukan hanya istri Foke, Istri Nara pun, saat datang ke TPS, tanpa kerudung.

Dalam pantauan tim GATRA di lapangan, kemenangan Jokowi-Ahok merata. Foke dan Nara memang menang di TPS tempat mereka mencoblos. Tetapi beberapa TPS di sekitar Foke memberikan suara, di Menteng, Jakarta Pusat, dan sekitar runah Nara di Condet, Jakarta Timur, dimenangkan Jokowi. Meski PKS mengalihkan dukungan kepada Foke, di TPS tempat Hidayat Nurwahid memberikan suara, di Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, justru Jokowi menang. Hidayat adalah jagoan PKS pada putaran pertama dan peraih suara ketiga setelah Jokowi dan Foke.

Peraih suara keempat pada putaran pertama adalah pasangan independen Faisal Basri dan Biem Benyamin, putra tokoh Betawi, Benyamin Syuaeb. Perebutan suara di TPS tempat Faisal memilih, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dimenangkan Jokowi. Begitu pula TPS di sekitar lokasi Faisal.

Keunikan terjadi di TPS tempat Biem Benyamin mencoblos, di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Persis di TPS Biem, Jokowi menang. Tapi di TPS sebelah Biem mencoblos, Foke yang menang. Jagakarsa, menurut data yang dikumpulkan Cyrus Network, memang merupakan satu dari lima kecamatan se-Jakarta Selatan yang dimenangkan Foke. Empat kecamatan lain di Jakarta Selatan yang jadi basis Foke adalah Mampang Prapatan, Pancoran, Tebet, dan Setiabudi.

Ada 10 kecamatan se-Jakarta Selatan. Foke dan Jokowi sama-sama menang di lima kecamatan. Dari sisi persentase, menurut rekap Cyrus, Jokowi menang di semua wilayah kota. Tapi, dari sisi jumlah kecamatan, Foke dan Jokowi berimbang di Jakarta Selatan, yang sama-sama menang di lima kecamatan, dan di Jakarta Pusat sama-sama unggul di empat kecamatan.

Untuk Jakarta Pusat, Foke menang di Tanah Abang, Menteng, Senen, dan Johar Baru. Sedangkan Jokowi menang di Cempaka Putih, Kemayoran, Sawah Besar, dan Gambir. Untuk Jakarta Barat, Utara, dan Timur, Jokowi unggul di sebagian besar kecamatan.

Di Jakarta Timur, Jokowi menang di delapan kecamatan dari total 10 kecamatan. Ketua MUI Jakarta Timur, KH Shodri, dikenal sebagai pendukung fanatik Jokowi, meski mayoritas ulama di MUI DKI Jakarta mendukung Foke. Di Jakarta Utara, Jokowi menang di lima dari enam kecamatan.

Di Jakarta Barat, Jokowi menang di enam dari delapan kecamatan. Persentase kemenangan Jokowi tertinggi terjadi di Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang unggul sampai 73%. Kelapa Gading merupakan sentra properti kalangan menengah-atas dan secara etnis, penduduknya banyak dari Tionghoa.

Kemenangan besar berikutnya di Penjaringan, Jakarta Utara, 69%, dan di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, 67%. Sedangkan kemenangan tertinggi Foke diraih di Mampang Prapatan dan Pancoran, Jakarta Selatan, pada kisaran 54%. Kawasan ini merupakan salah satu basis para habib Betawi.

Setelah menang versi hitungan survei, dalam pernyataan terbuka pertamanya, Jokowi menyerukan pendukungnya untuk tidak menyambut dengan hura-hura. "Cukup sujud syukur di rumah masing-masing," katanya.

Di salah satu stasiun televisi swasta, Jokowi mengaku sudah ditelepon Foke. Jokowi menyatakan maaf dan memandang Foke sebagai senior yang kelak dimintai masukan bila Jokowi sudah resmi menjadi gubernur. Foke sendiri, dalam keterangan persnya, menghargai pasangan Jokowi sebagai pemenang versi survei.

Jakarta kembali menunjukkan sebagai basis pemilih kritis. Awal reformasi, pada Pemilu 1999, Jakarta pernah dimenangkan PDI Perjuangan, yang saat itu menjadi simbol anti-status quo Orde Baru. Lalu, pada Pemilu 2004, Jakarta menjadi basis kemenangan PKS.

Tapi, lima tahun kemudian, 2009, Jakarta memberikan kemenangan kepada Demokrat. Jakarta, seperti harapan Foke, saat keterangan pers Kamis sore, jadi barometer demokrasi Indonesia. (Tim GATRA)

Laporan Utama Majalah Gatra edisi 18/45, terbit Jumat 21 September 2012

Friday, September 21, 2012
Kelebihan Jokowi dan Sportifitas Pemilukada DKI Jakarta

Kelebihan Jokowi dan Sportifitas Pemilukada DKI Jakarta


JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Untung S Rajab mengatakan, baik Fauzi Bowo maupun Joko Widodo adalah contoh pemimpin yang sportif. Ia juga mengatakan, kebinekaan harus dijunjung tinggi.
"Saya melihatnya di televisi. Itu bagus sekali, Pak Jokowi mengajak seluruh masyarakat, termasuk pendukung Pak Foke, untuk bersama-sama membangun. Pak Foke juga elegan, mengakui dan memberi selamat (kepada Jokowi). Ini suatu contoh-contoh dari sikap pemimpin yang sportif," tuturnya.
Oleh karena itu, Kepala Polda Metro Jaya berharap sikap kedua pemimpin tersebut disadari para pendukungnya sehingga semuanya tidak usah aneh-aneh. "Kita harus saling mengakui, masing-masing mempunyai kekurangan dan kelebihan," ujarnya.
"Pendukung-pendukung kemarin kan diisukan akan mengancam dan sebagainya. Kita kembali ini ke negara kesatuan. Kebinekaan kita ini harus dijunjung tinggi. Dalam dalil-dalil Al Quran juga jelas, agamaku agamaku, agamamu agamamu. Kita hormati semua sebagai keanekaragaman. Ini menunjukkan kedewasaan kita dalam bermasyarakat," paparnya.
Untung S Rajab juga mengatakan, bagi Polda Metro Jaya, siapa pun yang memimpin Jakarta tidak menjadi soal. Sebab, ia dan jajaran anggotanya tetap menjadi seorang polisi, yang berfungsi menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan mengayomi masyarakat.

Jokowi Di Mata JK (Mantan Wakil Presiden)

Wakil Presiden RI periode 2004-2009, M. Jusuf Kalla, menilai Walikota Solo, Joko Widodo, yang juga calon Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, memiliki banyak kelebihan dibanding calon lainnya.

"Jokowi dan Basuki itu clean, hampir tak ada isu negatif, seperti korupsi maupun moral," kata Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu saat meninjau kesiapan armada PMI untuk menghadapi kekeringan yang terjadi di Pulau Jawa, di Jakarta, Jumat.

JK mengatakan, masyarakat kini memilih calon pemimpin berdasarkan rekam jejak (track record). Dia juga menilai Jokowi memiliki jiwa kepemimpinan yang jelas, walaupun Solo kota adalah kota kecil dibanding Jakarta.

Mantan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya (Golkar) itu mengatakan, sikap sederhana yang ditunjukkan Jokowi juga menambah nilai tambahnya.

"Jokowi itu low profile. Masyarakat kini memilih secara personal, tidak terpengaruh dengan partai politik," katanya.

Ia juga berpendapat, masyarakat sudah bosan dengan janji-janji yang diberikan para calon pemimpin, tapi tak juga merasakan buktinya.

Menurut dia, kencenderungan masyarakat yang seperti itu semakin terlihat jelas di pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) DKI Jakarta yang baru saja dilaksanakan.

Dia juga memprediksi, jika ada putaran kedua, maka pasangan Joko Widodo (Jokowi) dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dapat menang dalam pemilukada karena masyarakat lebih memilih calon gubernur dan calon wakil gubernur.

"Dengan selisih 10 poin, orang akan lebih memilih calon yang hampir menang," katanya.

Berdasarkan hitungan cepat (quick count) berbagai lembaga survei, pasangan Jokowi-Ahok berada di posisi teratas dalam pemilukada DKI Jakarta pada 11 Juli 2012.

Pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli dalam hitung cepat itu berada di posisi kedua, disusul pasangan Hidayat Nurwahid-Didik J. Rachbini, Faisal Basri-Biem Benyamin, Alex Noerdin-Nono Sampono dan Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria. (Antara/ea). 

Wednesday, September 19, 2012
Sejarah Google (Raksasa Search Engine)

Sejarah Google (Raksasa Search Engine)


Google tak hanya unik dari asal katanya. Google pun memiliki latar belakang sejarah yang unik.

Google lahir dari sebuah pertemuan dua pemuda yang terjadi secara tidak sengaja pada tahun 1995 lalu. Larry Page, alumnus Universitas Michigan (24), yang sedang menikmati kunjungan akhir pekan, tanpa sengaja dipertemukan dengan Sergey Brin, salah seorang murid (23) yang mendapat tugas mengantar keliling Lary.

Dalam pertemuan tanpa sengaja tadi, dua pendiri Google tersebut sering terlibat diskusi panjang. Keduanya memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda sehingga sering terlibat perdebatan. Namun, perbedaan pemikiran mereka justru menghasilkan sebuah pendekatan unik dalam menyelesaikan salah satu tantangan terbesar pada dunia komputer. Yakni, masalah bagaimana memperoleh kembali data dari set data masif.

Pada Januari 1996, Larry dan Sergey mulai melakukan kolaborasi dalam pembuatan search engine yang diberi nama BackRub. Setahun kemudian pendekatan unik mereka tentang analisis jaringan mengangkat reputasi BackRub. Kabar mengenai teknik baru mesin pencari langsung menyebar ke penjuru kampus.

Larry dan Sergey terus menyempurnakan teknologi Google sepanjang awal 1998. Keduanya juga mulai mencari investor untuk mengembangkan kecanggihan teknologi Google.Awalnya Larry dan Sergay hampir bekerjasama dengan Jerry Yang. Tapi mereka beda konsep. Google ingin menjadi portal, di mana user hanya sebentar masuk ke gugel, mencari alamat situs, lalu pergi lagi. Sedangkan Jerry ingin user tetap di situs dia tanpa perlu pergi ke mana2 lagi. Jerry Yang akhirnya mendirikan Yahoo

Gayung pun bersambut. Mereka mendapat suntikan dana dari teman kampus, Andy Bechtolsheim, yang merupakan pendiri Sun Microsystems. ''Kami bertemu dengan Andy pada pagi buta, di serambi asrama mahasiswa fakultas Stanford, di Palo Alto,'' ujar Sergey. ''Kami memberikan demo secara singkat karena Andy tak memiliki waktu yang cukup lama. Lalu, dia hanya berkata, 'Mengapa tidak aku tulis cek untuk kalian?''

Sebuah cek senilai 100 ribu dolar AS diberikan oleh Andy Bechtolsheim. Sayangnya, cek itu tertulis atas nama perusahaan Google. Padahal saat itu perusahaan bernama Google belum didirikan oleh Sergey dan Larry.

Investasi dari Andy menjadi sebuah dilema. Larry dan Sergey tak mungkin menyairkan cek selama belum ada lembaga legal yang bernama perusahaan Google. Karena itu, dua pendiri Google ini kembali bekerja keras dalam mencari investasi. Mereka mencari pendana dari kalangan keluarga, teman, dan sejawat hingga akhirnya terkumpul dana sekitar 1juta dolar. Dan akhirnya, perusahaan Google pun dapat didirikan pada 7 Septembar 1998 dan dibuka secara resmi di Menlo Park, California.

Penamaan Google
Nama Google dengan dua 'o' pun unik. Sebab, jika data hasil pencarian ditemukan, jumlah 'o' akan muncul sebanyak web yang didapat oleh mesin pencari.

Kata Google berasal dari kata googol. Kata ini berhasil diciptakan oleh Milton Sirotta, keponakan Edward Kasner, seorang ahli matematika dari AS. Sirotta membuat istilah googol untuk menyebutkan angka satu (1) yang diikuti 100 angka nol (0).

Luar biasa. Googol merupakan kata yang menunjukkan sebuah bilangan yang sangat besar jumlahnya. Bilangan yang melebihi bilangan miliar atau triliun. Dan di alam semesta ini tak ada benda yang berjumlah hingga googol-an. Tidak itu bintang, tidak itu partikel debu, dan tak pula atom.

Karena itu, penggunaan kata Google merupakan refleksi dari kata googol. Dengan kata tersebut, Google berusaha merefleksikan dirinya sebagai perusahaan yang memiliki misi mengelola sesuatu yang sangat luas dan tak terbatas. Dan itu hanya terdapat pada dunia saiber tempat informasi melimpah tanpa batas.

Tuesday, September 18, 2012
Adnan Oktar  Ilmuwan Berakhlak Mulia

Adnan Oktar Ilmuwan Berakhlak Mulia


Adnan Oktar adalah ilmuwan Turki terkemuka yang lahir di Ankara tahun 1956. Sebagai sosok yang sangat menjunjung tinggi akhlaq dan aktif berdakwah pada masyarakat, Adnan Oktar memulai perjuangan intelektualnya pada tahun 1979, yakni sewaktu masih berkuliah di Akademi Seni Rupa, Universitas Mimar Sinan. Selama masa kuliah, pengkajiannya yang mendalam tentang berbagai filsafat dan ideologi materialistis yang sangat berpengaruh waktu itu menjadikan Adnan Oktar lebih paham dibanding para pendukung filsafat dan ideologi itu sendiri. 

Berdasarkan kumpulan hasil penelitian dan studinya ini, ia menulis beragam buku mengenai bahaya Darwinisme dan teori evolusi. Ini adalah doktrin yang membahayakan nilai-nilai akhlaq. Karya-karyanya telah meruntuhkan teori ini di hadapan ilmu pengetahuan. Sebagaimana pernyataan majalah New Scientist edisi 22 April 2000, Adnan Oktar menjadi "pahlawan dunia" yang membongkar kepalsuan teori evolusi dan fakta penciptaan.

Di samping itu, Adnan Oktar juga telah menulis lebih dari seratus buku mengenai akhlaq dalam Alqur'an dan masalah-masalah pokok dalam agama.

Nama pena Harun Yahya terdiri dari "Harun" dan "Yahya" sebagai penghormatan atas dua Nabi yang berjuang melawan kekufuran.

Karya-karyanya meliputi 'Tangan Rahasia' di Bosnia, Di Balik Terorisme, Kartu Kurdi Israel, Sebuah Strategi Nasional bagi Turki, Solusi: Moral Alqur'an, Permusuhan Darwin Terhadap Bangsa Turki, Bencana Kemanusiaan Akibat Darwinisme, Keruntuhan Evolusi, Bangsa-Bangsa Yang Dimusnahkan, Nabi Musa, Jaman Keemasan, Seni Allah dalam Warna, Kemegahan di Setiap Sudut Alam Semesta, Hakikat Kehidupan Dunia, Pengakuan Para Evolusionis, Kekeliruan Evolusionis, Sihir Darwinisme, Agama Darwinisme, Alqur'an Memberi Jalan bagi Ilmu Pengetahuan, Asal Usul Kehidupan Yang Sesungguhnya, Penciptaan Alam Semesta, Keajaiban Alqur'an, Rancangan pada Alam, Pengorbanan Diri dan Perilaku Cerdas pada Binatang, Kekekalan Telah Berlangsung, Anakku Darwin Telah Berbohong!, Kematian Darwinisme, Berpikir Mendalam, Ketiadaan Dimensi Waktu dan Hakikat Takdir, Jangan Pernah Merasa Tidak Tahu, Rahasia DNA, Keajaiban Atom, Keajaiban Dalam Sel, Keajaiban Sistem Kekebalan, Keajaiban Pada Mata, Keajaiban Penciptaan pada Tumbuhan, Keajaiban Pada Laba-Laba, Keajaiban Pada Semut, Keajaiban Pada Nyamuk, Keajaiban Pada Lebah Madu, Keajaiban Biji, Keajaiban Pada Rayap.

Karya-karya penulis dalam bentuk buku saku: Misteri Atom, Keruntuhan Teori Evolusi: Fakta Penciptaan, Keruntuhan Materialisme, Kematian Materialisme, Kekeliruan Para Evolusionis 1, Kekeliruan Para Evolusionis 2, Keruntuhan Mikrobiologis Teori Evolusi, Fakta Penciptaan, Keruntuhan Teori Evolusi dalam 20 Pertanyaan, Kebohongan Terbesar dalam Sejarah Biologi: Darwinisme.

Karya-karya Penulis tentang topik-topik yang berhubungan dengan Alqur'an: Pernahkah Anda Berpikir Tentang Kebenaran?, Mengabdi Hanya Kepada Allah, Meninggalkan Masyarakat Jahiliyyah, Surga, Teori Evolusi, Nilai Akhlaq dalam Alqur'an, Ilmu Alqur'an, Rahasia Orang Munafiq, Nama-Nama Allah, Berdakwah dan Berdebat dalam Alqur'an, Ajaran Pokok dalam Alqur'an, Jawaban Alqur'an, Kematian Kebangkitan dan Neraka, Perjuangan Para Rasul, Setan: Musuh Nyata Manusia, Syirik, Agama Masyarakat Jahiliyyah, Kesombongan Setan, Doa dalam Alqur'an, Pentingnya Fitrah menurut Alqur'an, Hari Kebangkitan, Jangan Pernah Lupa, Penilaian Alqur'an yang Terabaikan, Karakter Manusia dalam Masyarakat Jahiliyyah, Pentingnya Sabar dalam Alqur'an, Informasi Umum dari Alqur'an, Memahami Iman dengan Mudah 1-2-3, Pemikiran Dangkal Kekufuran, Keimanan Yang Sempurna, Sebelum Anda Menyesal, Para Rasul Kita Berkata, Keutamaan Orang Mukmin, Takut Kepada Allah, Mimpi Buruk Kekufuran, Nabi Isa Akan Datang, Keindahan Yang Dihadirkan Alqur'an Untuk Kehidupan, Kumpulan Keindahan Ciptaan Allah 1-2-3-4, Perbuatan Dosa "Pelecehan", Rahasia Ujian dalam Kehidupan, Hikmah Sejati Menurut Alqur'an, Perjuangan Agama Kaum Tak Beragama, Tarbiyyah Nabi Yusuf, Bersatu Dalam Kebaikan, Fitnah Terhadap Kaum Muslimin Sepanjang Sejarah, Pentingnya Mengikuti Ajaran yang Baik, Mengapa Anda Menipu Diri Anda Sendiri?, Islam: Agama Kemudahan, Kesabaran dan Ketabahan dalam Alqur'an, Melihat Kebaikan pada Segala Sesuatu, Bagaimana Orang Jahil Menafsirkan Alqur'an?, Sejumlah Rahasia Alqur'an, Keberanian Orang Beriman.

Karyanya Keruntuhan Evolusi, Bangsa-Bangsa Yang Dimusnahkan, Bagi Kaum Yang Berakal, Hakikat Kehidupan Dunia, Berpikir Mendalam, Jangan Pernah Merasa Tidak Tahu, Keajaiban Pada Semut, Seni Allah dalam Warna, Penciptaan Alam Semesta, Allah Dapat Diketahui Melalui Akal, Nilai Akhlaq dalam Alqur'an, Pernahkah Anda Memikirkan Kebenaran?, Pemikiran Dangkal Kekufuran, Pentingnya Fitrah Dalam Alqur'an, Keajaiban Dalam DNA telah diterjemahkan ke bahasa Inggris, Keajaiban Pada Semut dan Allah Dapat Diketahui Melalui Akal telah diterjemahkan ke bahasa Urdu, Kematian Kebangkitan Neraka telah diterjemahkan ke bahasa Polandia, Bangsa-Bangsa Yang Dimusnahkan telah diterjemahkan ke bahasa Portugis, dan diterbitkan oleh berbagai penerbit di luar negeri.

Banyak karya Harun Yahya yang kini sedang diterjemahkan ke bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Rusia, Spanyol, Arab, Portugis, Albania, Serbo-Kroasia (Bosnia), Polandia, Urdu, Indonesia, Melayu dan Malayalam. Sasaran yang hendak dicapai adalah penterjemahan semua buku ke bahasa Inggris dan bahasa-bahasa lain dalam tahun 2001, dan menyebarkannya ke seluruh dunia agar bermanfaat bagi masyarakat luas.

Titik kesamaan dalam semua karya penulis adalah bahwa semua tema yang diulas dalam karyanya sesuai dengan Alqur'an, dan didukung oleh pemahaman yang baik tentang Alqur'an. Bahkan tema-tema yang disampaikan melalui bahasan ilmiah yang seringkali dianggap rumit dan membingungkan disampaikan dengan sangat jelas dan gamblang dalam buku-buku Harun Yahya. Inilah yang menyebabkan buku-bukunya menarik bagi semua orang dari segala umur dan berbagai lapisan masyarakat.

Buku-buku Harun Yahya yang mengulas masalah keimanan mengungkapkan keberadaan dan keesaan Allah, dan ditulis dengan tujuan utama memperkenalkan Islam kepada mereka yang jauh dari agama, dan mempertautkan hati mereka kepada kebenaran. Bagi kaum Muslimin, buku-buku ini adalah sebagai nasihat sekaligus pengingat. Penulis telah menerbitkan karya-karya tentang berbagai masalah pokok dalam Alqur'an yang bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan dan mendorong ibadah tafakkur kaum Muslimin.

Tiap-tiap buku karya penulis yang mengulas bahasan ilmiah mengungkapkan kebesaran, kehebatan dan keagungan Allah secara rinci berdasarkan penelitian dan bukti yang tersusun secara sistematis, disertai dengan perenungan yang mendalam. Buku-buku ini memperlihatkan, bagi kalangan di luar Islam, tanda-tanda keberadaan Allah dan kesempurnaan ciptaan-Nya secara sangat jelas. Di samping itu, buku-buku ini meningkatkan keimanan dan ketaatan orang-orang yang beriman, dan dapat menjadi sarana yang tepat untuk mendakwahkan Islam kepada orang lain (yang tidak menjalankan agama secara penuh). Sebagian di antara klasifikasi buku ini terdapat "Buku-Buku Yang Menghancurkan Kebohongan Evolusi"

Tujuan utama buku-buku ini adalah untuk menghancurkan filsafat materialistik dan ateistik yang telah dimunculkan sebagai pengganti dan lawan agama, dan telah diindoktrinasikan secara paksa ke seluruh dunia sejak tahun 1850-an. Pengaruh besar buku-buku ini terhadap para pembacanya menunjukkan bahwa tingkat pencapaian tujuan tersebut sangatlah berarti. Buku-buku ini, sebagaimana ungkapan dalam Alqur'an: "Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil, lalu yang hak itu menghancurkannya" (QS. Al-Anbiyaa', 21:18), menghancurkan yang batil, yakni sistem pemikiran dan ideologi dari sistem anti-agama; dan membantu menyempurnakan cahaya (agama) Allah (QS. Ash-Shaff, 61:8). Dengan alasan tersebut, buku-buku ini memainkan peran penting dalam peperangan melawan kekufuran.

Makna simbolis dari stempel Rasulullah yang tercantum pada sampul depan semua buku-buku karya penulis memiliki kaitan erat dengan isi buku-buku tersebut. Stempel ini memiliki makna Alqur'an adalah Kitab dan Kalam Allah yang terakhir, dan Nabi kita Muhammad adalah khaatimul anbiyaa'. Dengan berpedoman pada atribut Alqur'an dan Rasulullah ini, penulis, melalui semua karyanya, berupaya meruntuhkan semua klaim para penentang Alqur'an dan melontarkan "Kalam Allah Yang Terakhir" ini yang akan memadamkan semua kalimat kekufuran. Stempel Rasulullah, sosok yang memiliki kemuliaan dan hikmah yang agung, digunakan sebagai doa untuk melontarkan Kalam Yang Terakhir ini.
Protes Terhadap Film Innocence of Muslims

Protes Terhadap Film Innocence of Muslims


JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Amerika Serikat berhak membawa kasus pembuatan film Innocence of Muslims menjadi agenda peradilan hukum di negaranya. Film itu bukan saja menimbulkan gelombang protes keras umat Islam di berbagai belahan dunia, melainkan sekaligus telah mengorbankan kehidupan warga negara AS, termasuk mengancam kehormatan fasilitas strategis AS di luar negeri.

Dimikian dikemukakan Wakil Ketua Dewan Penasihat Lembaga Kajian Center for Information and Development Studies (CIDES) Ricky Rachmadi, Selasa (18/9/2012) malam di Jakarta.

"Sudah ada korban dengan merenggut nyawa Duta Besar AS dan stafnya di Benghazi, Libya, akibat film yang memprovokasi kemarahan umat Islam itu. Belum lagi, kebencian yang terus meluas ditujukan kepada simbol-simbol AS sehingga tidak menutup kemungkinan adanya ancaman lain untuk bisa merusak kepentingan AS di banyak negara," ujar Ricky Rachmadi, yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Golkar.

Menurut Ricky, meski AS menganut asas demokrasi yang menjamin kebebasan berekspresi (freedom of expression) bagi warga negaranya, dalam kasus beredarnya film Innocence of Muslims diharapkan Pemerintah AS bersikap sensitif guna mengakhiri perkembangan aksi-aksi militan di kalangan Islam yang terlukai oleh film tersebut.

"Karenanya, atas pertimbangan memelihara agenda AS di lingkungan global, termasuk demi menjaga perasaan umat Islam di dunia mana pun, serta upaya memperkuat persahabatan dengan negara-negara Islam, maka Pemerintah AS pantas mengupayakan langkah-langkah hukum untuk menjerat aktor utama pembuat film Innocence of Muslims," tutur Ricky.

Melalui proses ke ranah hukum yang disemangati AS, menurut Ricky, hal itu setidaknya memberi dampak pada kenyamanan umat Islam, di samping menunjukkan keseriusan AS dalam menciptakan harmoni dunia terkait pembelaan pada nilai-nilai ajaran Islam.

"Tanpa itu, keberadaan AS akan selalu menjadi jarak buat umat Islam, yang bahkan akan selalu membangkitkan segala protes, perlawanan, ataupun berupa sikap antipati lain dari komunitas Islam karena alasan melindungi pelanggaran berekspresi yang menyakiti Islam," ucap Ricky.

sedangkan The Wahid Institute ikut mengecam beredarnya film "Innocence of Muslims" yang diproduksi di Amerika Serikat (AS). LSM yang didirikan oleh Abdurahman Wahid itu mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan bersifat anarkis.

"Demolah semua, mari kita berdemo, enggak masalah, tapi dengan cara damai," ujar Direktur Wahid Institute, Yenny Zanuba Wahid, di Gedung Wahid Institute, Jakarta, Selasa (18/9/2012).

Yenny pun menyayangkan tindakan pihak pembuat film tersebut, yang materinya dapat diduga dan ditafsirkan sebagai tindakan intoleran kepada komunitas agama tertentu. Film tersebut malah berpotensi memicu ketegangan antaragama.

Selain di Indonesia, film yang beredar di Youtube tersebut juga menuai protes dari beberapa negara di Timur Tengah seperti Mesir dan Libya. Di Libya aksi anarkis terjadi hingga menewaskan empat warga AS, termasuk Dubes AS untuk Libya Christopher Stevens.

"Kita mengimbau kepada umat Islam di Tanah Air untuk tidak terpancing melakukan aksi-aksi kekerasan," terangnya. Untuk itu, The Wahid Insitute akan menyuarakan protes terhadap film tersebut melalui dunia online.

Untuk menghindari peristiwa serupa, Yenny akan meminta situs-situs online untuk mensensor film berbau SARA atau agama layaknya sensor terhadap film berbau pornografi.

"The Wahid Insitute akan menggalang dukungan secara online dan offline untuk melobi situs-situs besar seperti Youtube dan Google untuk menerapkan kebijakan self censorship terhadap karya-karya yang bernuansa kebencian yang berpotensi menciptakan ketegangan antar umat beragama," ujarnya.

Sementara itu, aktivis platform Change.org, Usman Hamid mengatakan, cara melakukan protes bisa dilakukan pula melalui dunia online. Masyrakat diminta dapat meredam emosional dan menghasilkan solusi terbaik tanpa harus bersifat anarkis.

"Publik melakukan caranya yang rasional, jangan dengan cara emosional. Ini era digital harus dioptimalkan dengan cara yang baik," terang Usman.

Yenny menjelaskan, pihaknya akan berkonsultasi dengan pakar hukum internasional untuk melihat kemungkinan dapat melakukan penuntutan secara hukum terhadap produsen karya "Innocence of Muslims". Dia melihat, film tersebut masuk dalam kategori kriminalitas. Menurutnya, hak dalam kebebasan berekspresi di dunia online juga harus dipertanggungjawabkan apabila menimbulkan reaksi protes seperti yang terjadi belakangan ini.
Monday, September 17, 2012
Cuplikan Film ”Innocence of Muslim” yang Menghina Rasulullah Muhammad

Cuplikan Film ”Innocence of Muslim” yang Menghina Rasulullah Muhammad


KEBANYAKAN orang Amerika sama sekali tidak tahu apa-apa tentang ‘Innocence of Muslim’. Itulah film yang telah membuat dunia Islam terbakar, protes mengguyur di Mesir dan Libya dan menyebabkan kematian duta besar AS untuk Libya, Christopher Stevens.

Siapa Sam Bacile, publik Amerika juga tidak begitu paham. Sebelum jadi ‘terkenal’, Bacile sempat melakukan wawancara dengan The Wall Street Journal tertangkap kemudian bersembunyi, entah dimana.

Menurut Journal, Bacile membuat film itu dengan biaya donor dari “$ 5 juta yang didapatkan dari 100 orang Yahudi”. Ia memproduksi film tersebut dengan menggunakan 60 aktor dan 45 kru.

Bacile mengatakan kepada Journal bahwa ia membuat film untuk mengekspos “Islam sebagai agama yang penuh kebencian.”

“Islam adalah kanker,” katanya kepada surat kabar itu. “Film ini adalah film politik. Ini bukan film agama…”

Dalam wawancara lain, Bacile mengatakan kepada The Associated Press bahwa dia adalah seorang pengembang real estate dan seorang Yahudi Israel, namun pemerintah Israel mengatakan kepada kantor berita mereka, mereka tidak memiliki catatan apapun akan identitas Bacile.

Anehnya, tidak jejak untuk Bacile. Tak ada properti, telepon, lisensi atau catatan pengadilan. Dan Bacile tidak membuat berita sampai hari ini.

Bacile mengulangi apa yang dia katakan Journal kepada AP.

“AS kehilangan banyak uang dan banyak orang dalam perang di Irak dan Afghanistan, tapi kita berjuang dengan ide-ide,” katanya. Kisah di AP juga menunjukkan bahwa Bacile mungkin telah memperingatkan film ini akan menjadi kontroversial dan terbukti menghasut kekerasan.

“Kau akan menjadi Theo van Gogh berikutnya,” kata Steve Klein, seorang konsultan film, kepada Bacile. Van Gogh, AP menjelaskan, adalah pembuat film Belanda yang tewas setelah membuat filmnya menghina Islam.

“Innocence of Muslim” adalah film yang panjang. Pada awal Juli, “Sam Bacile” memposting sebuah trailer 14 menit dari film di YouTube. Trailer Bacile ini menggambarkan Muhammad sebagai orang tolol dan sebagai nabi palsu.

Bacile mengatakan kepada AP bahwa ia menyesal atas kematian Duta Besar Stevens, tetapi ia menyalahkan kematiannya pada sistem keamanan negara tersebut.

“Saya merasa sistem keamanan [di kedutaan] tidak baik,” kata Bacile. “Amerika harus melakukan sesuatu untuk mengubahnya.” 

Anda ingin melihat cuplikan 

Film ”Innocence of Muslim” yang Menghina Rasulullah Muhammad ini linknya : http://adf.ly/CvtRh

Sunday, September 16, 2012
Kini FOKE Jadi Banyak Senyum

Kini FOKE Jadi Banyak Senyum


JAKARTA, KOMPAS.com — Calon gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo alias Foke, mendapat sorotan dari berbagai pihak terkait kepribadiannya yang terkesan kaku, pemarah, dan kurang senyum ketika tampil di publik, terutama di layar televisi.

Ini tentu saja berbanding terbalik dengan rivalnya, calon gubernur yang diusung PDI-P dan Gerindra, Jokowi, yang dikenal bersahaja, tidak terlihat elitis, dan murah senyum.

Tak kurang politisi Demokrat, Sutan Bhatoegana, sebelumnya menganjurkan agar Foke murah senyum untuk bisa menandingi Jokowi. Wakil Ketua Umum PAN Drajad Wibowo juga sebelumnya mengkritik Foke yang pembawaannya terkesan suka marah-marah dan elitis. Dikhawatirkan hal ini ikut membuat perolehan suara Foke dalam putaran pertama Pilkada DKI Jakarta 11 Juli 2012 merosot dikalahkan Jokowi.

Sepertinya ini disadari oleh Foke. Nah, saat wawancara dengan sebuah stasiun TV swasta dalam sebuah dialog yang disiarkan langsung, Selasa (17/7/2012) malam, Foke tampak terus menyunggingkan senyumnya. Saat pembawa acara menanyai Jokowi pada sesi itu, Foke dalam tayangan itu tampak senyum terus sepanjang lebih kurang 10 menit. Hingga membuat kumis Foke yang kian lebat itu terlihat mengikuti larikan bibir bagian atas yang melebar akibat tersenyum.

Di Twitter, senyum Foke di TV itu juga jadi perbincangan hangat. Pemilik akun @siagian_bharata menyebutkan, "Tumben semalem Foke senyum melulu. #ilc".

Lalu, pemilik akun @mitha_aja yang menyebut senyum Foke terkesan terpaksa. "Senyum foke diwwancara semalam kayakny maksa ya? Harusny foke gak perlu kampanye lagi, 5thn sdh cukup untk memenangkan DKI-1," ujarnya.

Kritik pedas dilontarkan pemilik akun  @iwanohno. "Akting. Pura2," tulisnya.

Nah, bagaimana Pak Foke? Apakah senyumnya bisa menandingi senyum Jokowi? Kita tunggu saja. (Hasanudin Aco)

Nah Coba Anda Lihat Video Berikut Saat Foke ditanyain wartawan soal tragedi Mbah Priok: