Breaking News
Loading...
Wednesday, August 22, 2012

Gaya Bicara Foke Pengaruhi Selera Pemilih

Marieska Harya Virdhani - Okezone


DEPOK- Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI) Andrinof Chaniago menilai calon incumbent Fauzi Bowo memperoleh angin segar dari Panitia Pengawas Pemilukada (Panwaslu). Sebab Panwaslu memutuskan bahwa isu SARA yang dihembuskan raja dangdut Rhoma Irama tak terbukti bersalah.

Menurutnya, pembenahan isu SARA oleh Panwaslu menguntungkan Foke. Padahal  akan banyak lagi isu SARA lain yang dihembuskan kepada pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahja Purnama (Ahok). “Pembenahan isu SARA ini, kelihatannya membuat Foke dapat angin segar dari panwaslu, bahwa Rhoma dinyatakan tak bersalah, banyak keunggulan tambahan yang didapat Foke,” jelasnya kepada Okezone, Rabu (22/8/2012).

Namun, kata Andrinof, karakter 'api' yang dimiliki Foke, akan menjadi bumerang bagi pria berkumis itu. Karakter 'api' yang dimaksud yakni gaya bicara Foke yang tak terkontrol dan temperamental membuat warga Jakarta makin selektif dan mempengaruhi minat pemilih. “Namun, karakter api yang dimiliki Foke bermasalah, ucapannya yang tak terkontrol, sombong suka merendahkan orang, tempramental. Apalagi isu SARA ini bukan menjadi tambahan dukungan untuk Foke, justru akan jadi kontraproduktif untuk incumbent,” paparnya.

Terkait dengan penyerangan pos pengamanan lebaran di Solo, Andrinof mensinyalir bisa saja ada kaitannya dengan Pemilukada DKI Jakarta. Sebab, kata dia, itu merupakan sebuah bentuk teror yang sengaja pas diciptakan dengan momentum Pemilukada.

“Kalau itu bisa terkait pilkada, bisa iya bisa tidak, tapi memang penyerangan itu mencurigakan, dilihat dari bentuk terornya, momentumnya, ada hubungannya, akan banyak panas lagi iklim politik kedepannya, karena tim Foke -Nara akan melakukan segala cara untuk menang,” tandasnya.
(ugo)

0 comments:

Post a Comment

PEDOMAN KOMENTAR
Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.